Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Agustus 21, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Angka Kriminalitas di Jateng Turun, Pelanggaran Kode Etik Oknum Polisi Meningkat
  • Follow Us!

Angka Kriminalitas di Jateng Turun, Pelanggaran Kode Etik Oknum Polisi Meningkat 

BERITA SEMARANGAngka kriminalitas tahun 2015 di Jawa Tengah mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Namun angka pelanggaran kode etik profesi (KEP) yang dilakukan oknum polisi justru meningkat.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes (Pol) A Liliek Darmanto mengatakan pada tahun 2014 ada 16.818 tindak pidana yang terjadi di Jawa Tengah. Sedangkan tahun ini menurun menjadi 14.392 tindak pidana. Perkara pidana yang menonjol salah satunya perampokan dengan modus baru memecah kaca mobil menggunakan busi.

“Modus baru dengan busi, kita berhasil ungkap, itu menjadi perhatian kami di tahun 2016,” kata Liliek dilansir Detik.com, di Mapolda Jateng, Rabu (30/12/2015) kemarin.

Kasus menonjol lainnya masih sama seperti tahun sebelumnya yaitu kejahatan konvensional berupa terorisme. Selain itu ada juga penanganan kasus Narkoba yang jumlahnya sedikit menurun yaitu 1.213 kasus dari tahun sebelumnya, 1.279 kasus. 

Dalam pekan terakhir tahun 2015, Polda Jateng juga menyoroti kasus menonjol lainnya yaitu beredarnya terompet tahun baru berbahan sampul Alquran. 

Sebanyak 25 saksi sudah diperiksa dan ribuan terompetdisita termasuk bahan baku berupa limbah percetakan sampul Alquran seberat 2,3 ton.

“Kita berhasil menyita 1.276 terompet ditambah 3.000. Kurang lebih 4.276 terompet disita dari toko Alfamart. Sekarang sudah tidak ada lagi,” kata Liliek.

Sementara itu pelanggaran KEP oleh oknum polisi justru meningkat 143,18% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2014 pelanggaran KEP sebanyak 44 kasus, sedangkan tahun ini 107 kasus. Meski demikian pelanggaran disiplin mengalami penurunan  dari 538 kasus tahun 2014 menjadi 408 kasus. Untuk yang terjerat pidana, tahun 2014 sebanyak 56 kasus dan tahun ini 22 kasus.

“Perampokan yang dilakukan oleh oknum TNI dan Polri juga menjadi kejahatan menonjol. Kasus itu sudah ditangani profesional, sudah sampai ke pengadilan,” tegasnya.

Kepala Sub Bidang Provos Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah, AKBP Amingga Meliana menambahkan, meningkatnya pelangaran yang masuk kategori pelanggaran KEP ada beberapa faktor salah satunya agar oknum jera. 

Bahkan sudah ada 15 oknum polisi yang direkomendasikan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan sudah ada 3 yang disetujui.

“Ada yang sudah beberapa kali melanggar disiplin, maka supaya jera diberi sanksi kode etik. Ada 15 yang direkomendasikan PTDH, ada bintara sampai perwira, paling tinggi Kompol kasus asusila. Prosesnya menunggu inkrah pidana umum,” terang Amingga. 

(alg/fdn)

Comments

comments