Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Agustus 26, 2019
Halaman Home » Nasional » 4 Pesan Menag Lukman Hakim, Saat Penyerahan DIPA Kemenag 2
  • Follow Us!

4 Pesan Menag Lukman Hakim, Saat Penyerahan DIPA Kemenag 2 

BERITA JAKARTA – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, berpesan empat hal kepada para Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kementerian Agama. Menurutnya, menyongsong tahun anggaran 2016,  ada empat hal yang harus diperhatikan oleh para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA),  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan para pelaksana program. 

Pertama, pelajari dan telaah kembali DIPA yang ada dengan cermat, agar realisasinya benar-benar sesuai harapan dan tujuan, serta fokus pada pencapaian kinerja yang ditetapkan. “Kita harus berbesar hati mengakui bahwa ketika menyusun DIPA, tidak seluruhnya sempurna. Karenanya, jika DIPA ini sudah ada di tangan, maka cermati dan pelajari, apakah outcome program yang ingin diwujudkan itu, sudah sesuai dengan fokus pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan atau belum,” kata Menag, Rabu (30/12/2015).

Kedua, cek ulang detail program, kegiatan, dan anggaran. Cermati program yang benar dan tidak benar. Program yang tidak efektif dan memboroskan keuangan Negara agar direvisi. “Pastikan betul, anggaran bermanfaat. Cermati dan pastikan setiap progam kegiatan berikut anggarannya sudah sesuai. Jika tidak efektif, direvisi,” tegasnya.

Ketiga, selesaikan catatan dalam DIPA untuk memastikan program  bisa   dilaksanakan mulai Januari 2016. Jangan mengulang pengalaman, di mana pelaksanaan program menumpuk pada akhir tahun. “APBN menjadi roda penggerak ekonomi yang utama. Karenanya, penyerapan yang lamban akan mengganggu kelancaran perputaran roda dalam upaya menyejahterakan masyarakat,” imbuh Menag

Keempat,  fokus pada kegiatan prioritas dalam rangka mencapai visi dan misi Presiden serta tugas dan fungsi Kemenag.  Optimalkan pemanfaatan anggaran, terutama yang memiliki nilai tambah besar dan dampak langsung pada masyarakat, seperti pembiayaan pendidikan, bantuan sarana ibadah, pelayanan keagamaan, serta pemeliharaan kerukunan umat beragama, dan penyelenggaraan haji.

“Kita dzalim jika kita tidak mampu mengoptimalkan dan memaksimalkan anggaran yang ada. Kita sudah mendapat kepercayaan dari Negara. Kita sudah difasilitasi oleh negara, agar anggaran dari rakyat ini bisa digunakan kepada rakyat yang memerlukannya. Karenanya, kepercayaan dan fasilitas ini, mari kita manfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, sesuai regulasi dan prosedur yang ada tentunya,” tandasnya.

“Eselon I dan II ada, untuk mengatasi berbagai persoalan terkait regulasi dan prosedur. Karenanya, Eselon I dan II, diharapkan mampu merancang dan mengelola anggaran, agar bisa optimal, efektif dan efisien, hingga sampai di tangan rakyat yang membutuhkan, apa pun kendalanya,” tambahnya.

Menag juga berharap, pada pertengahan tahun, setiap Satker melakukan evaluasi internal. “Ini berguna untuk mengukur, kira-kira setengah tahun ke depan, mampu kah kita melakukan penyerapan anggaran secara maksimal,”  tutur Menag.

Untuk itu, Menag meminta agar pada Januari atau paling lambat awal Februari sudah dilakukan Rakernas guna membahas program strategis yang akan segera dilaksanakan. (g-penk/mkd/mkd)

Comments

comments