Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Juli 20, 2019
Halaman Home » Otomotif » Allex Anardi: Sebelum Menhub Larang Go-Jek, Sediakan Transportasi Layak dan Nyaman
  • Follow Us!

Allex Anardi: Sebelum Menhub Larang Go-Jek, Sediakan Transportasi Layak dan Nyaman 

BERITA BEKASI – Ojek berbasis on line alias Gojek makin diminati dan fenomenal. Terbukti, munculnya gojek dan taksi berbasis on line membuat gerah pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan. Alih-alih berbenah diri  sediakan transportasi yang layak dan nyaman, ironisnya justru melarang gojek dan sejenisnya yang berbasis on line beroperasi. Keputusan dianggap tak pro rakyat Kementerian Perhubungan mendulang polemik terkait larangan tersebut.

Tak pelak, pro kontra mewarnai kebijakan Menhub yang dianggap tak populis. Bahkan Presiden Jokowi dan Ahok pun bereaksi mendukung gojek. Di tengah reaksi beragam masyarakat yang menggunakan jasa on line gojek, pegiat gojek, dan driver gojek, Allex Anardi selaku Ketua Gojek Lintas Provinsi yang bermarkas di Kampung Pulo Ceger, Jaka Setia, Bekasi Selatan pun angkat bicara. Saat dikonfirmasi Beritaekspres.com, Rabu (23/12/2015) lelaki yang punya keperdulian dan jiwa sosial tinggi ini menyesalkan sikap Dishub.   

“Memang kalau menurut undang-undnag ojek on line dianggap belum memenuhi syarat tapi dilihat dari kebututhan masyarakat itu sendiri masih diperlukan. Tapi yang namanya undang- undang yang bikin kan manusia. Apabila ojek on line masih dibutuhkan masyarakat banyak, bisa kan ditunda undang-undang itu. Harusnya sebelum melarang pemerintah berusaha menyediakan transportasi yang layak dan nyaman buat warganya,” ujar lelaki yang doyan ice cream ini.

SDitandaskan oleh pria yang kepincut ilmu kanuragan ini bahwa dalam kenyataannya transportasi umum seperti bus way banyak yang kebakaran, rusak, nabrak. Sebagian masyarakat yang biasa menggunakan jasa bus way yang nyaman, malah ikut berjubel-jubelan tidak jauh dari metromini. Harusnya tidak seperti itu dan masyarakat itu sendiri harusnya tidak harus memikirkan sesuatu transportasi itu dan pemerintahlah yang memikirkan buat warganya.

Makanya dikala ada transportasi yang dirasa nyaman maka masyarakat akan beralih ke ojek on line dan berbondong- bondong ke ojek on line, padahal bus way kan ada,” tambah lelaki romantis berkulit sawo matang ini lantang.

Terkait Menhub melarang adanya GOJEK, sebelum melarang harusnya persiapkan dulu, artinya untuk masyarakat yang benar-benar nyaman dan tanpa diperintah pun akan beralih, jangan melarang sebelum menyediakan sarana lain yang aman dan nyaman. Karena ini akan menutup pengangguran puluhan ribu masyarakat yang aktif di gojek on line,” sesalnya.

Pria yang bermukim di kawasan Kampung Pulo Ceger RT 02/03, Jaka Setia, Bekasi Selatan ini merasa lega pasca-dukungan Presiden Jokowi terhadap gojek. “Ya untuk kota Bekasi merasa ada partisipasi dengan rekan-rekan dengan dukungan aksi solidaritasnya, awalnya ada niat demo besar-besaran, tapi seteleh mendengar Presiden Jokowi memberikan suatu niat baik, yang mau demo menteri yang melarang, akhrinya tertunda dan terhibur karena kebijakan bapak Jokowi mendukung adanya ojek on line.”

Sebelumnya Pemerintah melalui Kemenhub melarang seluruh ojek on line maupun taksi berbasis on line untuk beroperasi karena dinilai tidak memenuhi ketentuan sebagai angkutan umum. Larangan penyedia jasa angkutan on line diumumkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/12).

Dikatakan keberadaan penyedia jasa angkutan on line, tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas & Angkutan Jalan, dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan. Dalam penjelasannya, pihak Perhubungan Darat menekankan bahwa angkutan umum minimal harus beroda tiga, berbadan hukum, dan memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum. (Tejo Nagasakti) 

Comments

comments