Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Februari 20, 2020
Halaman Home » Bekasi Kota » Soal Aset PDAM Bhagasasi, Rahmat Effendi: Pemkot Bekasi Siap Nombok Asal Jangan Berbelit
  • Follow Us!

Soal Aset PDAM Bhagasasi, Rahmat Effendi: Pemkot Bekasi Siap Nombok Asal Jangan Berbelit 

BERITA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat kembali mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memisahkan aset yang ada di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi.

Kisruh dua daerah antar Pemkab Bekasi dengan Pemkot Bekasi tentang pemisahan status/aset BUMD PDAM Tirta Bhagasasi yang hingga kini masih disoal kedua Pemerintahan tersebut tak kunjung usai.

Walikota Bekasi Dr. Rahmat Effendi meminta ketegasan Pemkab Bekasi berkenaan status PDAM Bhagasasi. Bahkan Rahmat pun menyatakan pihaknya siap membayar aset milik Pemkab Bekasi, asalkan dalam prosesnya tidak berbelit dari segi teknisnya.

“Kalaupun pada akhirnya pemisahan Kota Bekasi terdapat nombok, kita siap bayar,” kata Walikota Bekasi Rahmat Effendi, saat ditemui dikantornya, Selasa (22/12/2015).

Dikatakan Rahmat, bila yang menjadi persoalan berkaitan dengan aset atau kantor serta jaringan dan pelanggan, itu semua menurutnya dapat dibahas termasuk isi dalam MoU antara dua kepala daerah. Bahkan lanjut Rahmat, meski prosesnya sudah melalui Gubernur hingga tingkat Kementerian pemisahan aset tersebut takkunjung tuntas.

“Kan berdasarkan saham pemerintah harus bayar, dan inikan sistem pelayanan, sedangkan kebutuhan masyarakat kita luar biasa,” tandas Rahmat sambil menjelaskan bahwa mulai dari pelanggan dan Jaringannya kan ada di Kota Bekasi.

Seperti diketahui, keberadaan PDAM Bhagasasi di Jalan KH Noer Ali Kelurahan Jakasampurna Kecamatan Bekasi Barat itu beroperasional sejak 33 tahun lalu tepatnya 29 September 1981. Hingga kini PDAM Bhagasasi sudah memiliki saluran langsung sekitar 187.000 (SL), dengan hasil produkai sekitar 2,260 liter per detik. (NDI)

Comments

comments