Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Agustus 22, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Menjelang Mubes, BKMB Masukan 3 Poin Pembahasan Penting Untuk Bekasi
  • Follow Us!

Menjelang Mubes, BKMB Masukan 3 Poin Pembahasan Penting Untuk Bekasi 

BERITA BEKASI – Menjelang Musyawarah ke-5, Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKMB) Bhagasasi mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memerhatikan pentingnya isu-isu yang berkembang belakangan ini, terhadap kesejahteraan masyarakat Bekasi.

Menurut Sekretaris Umum BKMB Bhagaasi, Dr. Abdul Khoir HS., M.Pd, bahwa isu-isu tersebut diantaranya adalah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan minimnya pelayanan kepada warga Bekasi yang berada di wilayah bagian Utara Bekasi.

“Mubes ini adalah mekanisme pengambilan keputusan tertinggi dalam setruktur BKMB Bhagasasi. Dalam mubes tersebut ada beberapa agenda penting yang akan di putuskan, yakni Perubahan AD/ART BKMB Bhagasasi, Rekomendasi dan solusi isu-isu strategis yang muncul saat ini di Bekasi dan Pusat dan Restrukturiasasi kepengurusan BKMB Bhagasasi untuk masa bakti 2015-2020,” ujar Abdul kepada awak media usai Konferensi Pers di kantor BKMB di Jalan Kartini, Bekasi Timur, Senin (21/12/2015) sore.

IMG-20151221-WA0002Munculnya isu-isu yang berkembang di Bekasi dan Pusat, lanjut Abdul, sebuah momok yang harus benar-benar menjadi perhatian khusus Pemerintah terhadap permasalahan yang di inginkan warga. 3 isu tersebut ia katakan, akan di putuskan dalam Mubes. “Setelah isu-isu ini di putuskan solusinya dalam Mubes, pastinya akan menjadi amanah bagi pengurus BKMB Bhagasasi yang baru, maka itu harus di perjuangkan, karena bersifat sebuah amanah,” terangnya.

Sebagai salah satu organisasi paguyuban di Bekasi, BKMB Bhagasasi mendengarkan suara masyarakat Bekasi atas keluhan yang selama ini di alami. Abdul mengakatakan, status BKMB Bhagasasi sangat strategis untuk memperhatikan perkembangan Kota Bekasi, maupun Kabupaten Bekasi. Oleh itu ia menegaskan, isu-isu yang terjadi saat ini merupakan hal yang penting bagi keberlangsungan hidup warga Bekasi.

“Berbicara TPST Bantar Gebang, ini merupakan hal yang tidak bisa di toleransi lagi, karena akibat sampah yang di buang DKI Jakarta ke TPST, bisa mengancam generasi kita 20 tahun kedepan. Pengelolaan sampah yang tidak profesional dan akuntabel menyebabkan terjadinya gayung bersambut kepentingan antara Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta,” ungkap Abdul.

Melihat kenyataan buruk tersebut, BKMB Bhagasasi mendesak Pemerintah Kota Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan kerjasama pembuangan sampah DKI Jakarta di TPST Bantargebang, hingga Desember 2016.

“Kami rasa cukup batas waktu satu tahun untuk Pemprov DKI Jakarta menyiapkan lokasi baru TPA, yang penting jangan di Bekasi. Emang kita mau punya generasi yang berpanyakitan akibat pencemaran lingkungan yang terjadi karena TPST Bantargebang. Akibat langsung maupun tidak langsung dari hal, Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakrta, tetap harus di bertanggung jawab,” jelasnya.

Selain mendesak Pemerintah Kota Bekasi memutuskan kontrak kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta, BKMB Bhagasasi juga mendesak DPRD dan Pemkab Bekasi melanjutkan pembahasan dan mengawal hingga ke tingkat Presiden untuk mempercepat pemekaran wilayah. “Masyarakat Bekasi, khususnya wilayah utara perlu di bentuk Kabupaten Bekasi Utara, guna meningkatkan pelayanan yang efesien.” Tutupnya.

Sekedar informasi, Mubes BKMB akan di selenggarakan besok, Selasa, (22/12/2015) di Aula K.H. Noer Ali Islamic Center, Bekasi. (M.Alfi)

Comments

comments