Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Mei 25, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Pembangunan Lapangan Kecamatan Batujaya Dipatok Plang Sengketa Oleh Ahli Waris
  • Follow Us!

Pembangunan Lapangan Kecamatan Batujaya Dipatok Plang Sengketa Oleh Ahli Waris 

BERITA KARAWANG – Ahli waris Ce Opah menguasakan kepada LSM LIDIK Kabupaten Karawang untuk menghentikan pengerjaan proyek pembuatan Ruang Publik Terbuka (RPT) yang dikerjakan oleh rekanan CV. Misi Indo yang merupakan proyek Dinas Cipta Karya Kabupaten Karawang di lapangan Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang Jawa Barat, pasalnya tanah lapang yang luasnya ±1,22 Ha tersebut diklaim oleh pihak ahli waris bahwa kakeknya (Ce Opah, red) tidak pernah menjual kepada pihak manapun juga.

Saat di Konfirmasi di lokasi, Ketua DPC LSM LIDIK Karawang Ringo (37) menjelaskan bahwa tanah yang menjadi lapangan Kecamatan Batujaya sekarang ini merupakan hak milik dari Ce Opah karena samapai detik ini pihak Ce Opah tidak pernah menjualnya ke siapapun juga.

“Kami dari Lembaga dikuasakan untuk menangani masalah ini, karena sesuai data yang kami pegang sampai detik ini 5anah lapangan ini tidak pernah dijual,” ujarnya kepada Beritaekspres.com, Rabu (16/12/2015).

IMG_20151207_161537Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pihak Pemda Karawang mengklaim memiliki lapangan ini karena berdasarkan jual beli dan tanah lapang itu punya sertifikat, dan sampai sekarang pihak-pihak yang ikut andil dalam masalah ini sudah mulai gerah termasuk Kasat Pol PP Karawang Jojo.

“Pihak Pemda membeli tanah berdasarkan sertifikat, dan kami akan menggugat berdasarkan kekitir, mana lebih kuat sertifikat atau kekitir?” lanjutnya.

“Bagaimana ceritanya sebuah sertifikat muncul dan kekitirnya tidak dicabut, setahu kita bersama kalau sebuah kekitir dikonversi menjadi sebuah sertifikat maka kekitir tersebut otomatis ditarik oleh pihak yang mengeluarkan sertifikat, tapi ini gak!, itu kan artinya sertifikat tersebut keabsahaannya perlu dipertanyakan. Pokoknya kami akan perjuangkan sampai yang punya hak mendapatkan haknya.” Pungkasnya. (Sahram)

Comments

comments