Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Juli 20, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Pelaku dan Korban Sodomi Masih Dibawah Umur, Kapolsek: Kita Serahkan Kasus ke KPAI Pusat
  • Follow Us!

Pelaku dan Korban Sodomi Masih Dibawah Umur, Kapolsek: Kita Serahkan Kasus ke KPAI Pusat 

BERITA BEKASI – Pihak keluarga korban sodomi SR (7) sempat emosi berharap agar keadilan bisa ditegakkan. Pasalnya, ibu korban merasa kuatir dengan kondisi anaknya setelah mengalami prilaku tak senonoh yang dilakukan kedua temannya.

“Takutnya trauma dan semalam mendelik dan melongo bahkan pulang dari sini malah nggak bisa tidur. Sejak kejadian itu tampak murung, kan biasanya bawel bener,” ujar ibu korban tampak menitikkan air.

Begitupun kakak korban yang tidak terima dengan kejadan ini, bahkan dirinya telah menemui kedua orang tua A dan B, tapi malah menantang. Malah bilang silahkan kalau mau lapor ke polisi. “Jujur saya nggak terima, ini pelajaran buat yang lain agar tidak terulang lagi. Sebenarnya pelakunya masih tetangga teman main,” terangnya.

Kebetulan sambungnya, A punya PS dan adik saya memang sering main PS. Saya kaget dan shock mendengar kabar adik saya disodomi,” kata kakak korban sayu.

Kakak korban menjelaskan, selain A dan B masih ada pelaku lainnya. “Kayaknya tiga orang dan satu lagi ada dan tetangga semua. Bagaimana nanti kalau sudah besar masih kecil aja begitu. Dan orang tuanya saat saya datangi malah jawabannya nggak menyenangkan, saya nggak tahu kalau anak saya gitu.”

Diakui Ibrahim bahwa adiknya dipaksa, diancam, dan mengalami kekerasan fisik. “Adik saya diancam dan dipukulin, otomatis bungkam dan diam karena takut, tapi setelah didesak ibunya akhirnya ngomong,” imbuhnya.

Ada hikmah di balik peristiwa musibah ini. Ada asa dalam benak Ibrahim sebagai pelajaran bagi yang lain. “Harapan saya jadi contoh buat yang lain dan kedua anak ini akan berubah. Dan, mereka orang tua pelaku akhirnya berusaha agar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan, saya nggak butuh uang bukan saya sombong. Makanya harus diselesaikan secara hukum.”

Ditegaskan lebih lanjut oleh kakak korban yang jelas harus ada tanggung jawab atas perbuatannya, dan ini untuk pelajaran, ini kan sudah terjadi dengan anak-anak, dan saya harap mereka akan berubah. Dengan kejadian ini agar orang tuanya jauh lebih perduli dan saya juga lebih perduli dengan adik saya juga makanya harus dihukum seberat-beratnya.”

Sementara itu, A dan B saat ditemui di Mapolsek mengatakan bahwa dirinya terobsesi film porno yang kerap ditontonnya. “Ya saya sering lihat film porno di rental, dan saya sering main PS, makanya saya lihat gambar-gambar orang lagi main gitu,” kata pelaku lugu

Terpisah Kapolsek Bekasi Selatan, AKP Jayadi kepada Beritaespres.com mengatakan, pihaknya telah menyerahkan baik korban dan kedua pelaku ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat Jakarta, karena korban dan pelakunya sama-sama masih di bawah umur, korban usia 7 tahun dan pelaku 13 tahun, maka kita serahkan kasus ini ke KPAI Jakarta. Nanti nggak lama lagi, mereka akan datang menjemput korban dan pelaku untuk dilakukan mediasi ke Polresta Bekasi Kota,” jelasnya.

Ditandaskaan Kapolsek yang baru menjabat 3 minggu dan visioner ini bahwa mereka masih anak-anak dengan jangkauan masa depan masih luas. “Masa depan mereka masih panjang dan harus ada pembinaan. Mungkin nanti KPAI-lah yang berkompeten menangani kasus sodomi anak ini,” pungkasnya. (Tejo Nagasakti).

Comments

comments