Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Desember 8, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Belum Selesai di Perbaiki, Bendungan Irigasi Damrau Dukuh Munggang Kembali Jebol
  • Follow Us!

Belum Selesai di Perbaiki, Bendungan Irigasi Damrau Dukuh Munggang Kembali Jebol 

BERITA BREBES – Bendung irigasi Damrau yang terletak di Dukuh Munggang, Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali jebol. Padahal bendung yang ada di aliran sungai Erang itu, hingga saat ini masih dalam proses perbaikan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Beritaekspres.com pada Rabu (2/12/2015) siang, bendung Damrau jebol akibat diterjang arus deras sungai pada dua pekan yang lalu. Saat itu bendung Damrau dalam proses perbaikan dengan kontruksi bronjong yang diisi batu kali dan dilapisi pasangan semen batu.

“Pekerjaan perbaikan yang sudah mencapai tahap 70 persen ini rusak kembali akibat terjangan derasnya arus sungai,” kata Isrofil, mantri pengairan yang juga pengawas dari pekerjaan perbaikan bendung itu.

Menurutnya, Bendung Irigasi Damrau jebol di bagian tengah sepajang 9 meter dan tinggi 5,5 meter. Bendung sepanjang 20 meter itu menjadi tak berfungsi karena tak mampu menahan air dan mengalirkannya ke saluran irigasi.

“Bendung jebol sepanjang sembilan meter dan air tidak mampu mengalir ke saluran irigasi,” pungkas Isrofil.

Bendung irigasi Damrau mengaliri lahan pertanian padi seluas lebih dari 25 hektar yang berada di Desa Kalierang bagian barat dan Desa Laren. Sejak bendung jebol lebih dari setahun lalu, lahan seluas tersebut tidak dapat ditanami kecuali saat musim hujan dan dan hanya di kawasan tertentu saja yang masih dapat ditanami.

“Lahan yang sebelumnya dialiri Damrau menjadi lahan tadah hujan, banyak juga yang dijadikan tempat pembibitan pohon bahkan untuk membuat batubata karena tidak dapat ditanami padi,” ungkap Isrofil.

Sejak  akhir Oktober 2015 lalu, Damrau mulai diperbaiki dengan bronjong batu dan pasangan semen batu, tapi akhirnya jebol kembali. Kerugian akibat jebolnya itu diperkirakan mencapai Rp 120 juta lebih, kerugian itu belum termasuk kerugian para petani yang tidak dapat mengolah lahannya.

Mulai Rabu (02/12) ini bendungan kembali dilakukan penanganan darurat dengan memasang bronjong disi batu.

Kepala Desa Kalierang, Amar Khumaedi membenarkan jebolnya bendung Damrau yang masih dalam proses perbaikan. Menurutnya, pekerjaan perbaikan dilakukan rekanan dan langsung diawasi oleh UPTD Pengairan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemali Hulu.

“Sebelumnya pemerintah desa mengajukan untuk perbaikan Damrau sampai beberapa kali, tapi untuk pekerjaan perbaikan merupakan kewenangan UPTD Pengairan dan ESDM,” katanya. (Boy Rasta)

Comments

comments