Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Januari 20, 2020
Halaman Home » Bekasi Kota » Didit Susilo: Pengelola TPST Bantargebang Kota Bekasi “Tunggu Nasib” Diputus Kontrak
  • Follow Us!

Didit Susilo: Pengelola TPST Bantargebang Kota Bekasi “Tunggu Nasib” Diputus Kontrak 

BERITA BEKASI – Sejak menerima surat peringatan pertama (SP-1) PT. Godang Tua Jaya (GTJ) sebagai operator TPST Bantarbang per tanggal 30 Nopember 2015 kemarin menerima lagi surat peringatan kedua (SP-2). Dengan tenggat waktu hingga 11 Januari 2016  mustahil PT. GTJ bisa memenuhi teknologi pengolahan sampah secara modern yaitu Gasifikasi, Landfill, And Anaerobic Digestion (Galfad), memenuhi item-item kekurangan sesuai yang disepakati dalam kotrak kerja.

“Waktunya mepet, mustahil permintaan DKI Jakarta akan terpenuhi. Karena banyaknya item yang harus dipenuhi berarti SP-3 alias putus kontrak akan dilakukan DKI. Ya nanti secara otomatis proses gugat-menggugat hukum pasti dijalankan,” jelas Direktur Bekasi Parliamentary Center (BPC), Didit Susilo.

Seperti diketahui SP-1 berlaku selama 60 hari dan sudah dikeluarkan pada 25 September 2015. Kemudian disusul SP-2 yang berlaku 30 hari dan dilanjutkan SP-3 selama 15 hari atau akan jatuh tempo pada tanggal 11 Januari 2016.

Belum lama ini tim renegoisasi Pemkot Bekasi dipimpin Walikota Bekasi Dr. Rahmat Effendi bertemu langsung dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mensepakati tambahan 4 item (poin) dalam adenddum ke-IV.

Setelah benar-benar pihak ketiga diputus kontrak, DKI berencana mengelola Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang secara swakelola. Bentuk pengelolaan tersebut saat ini terus dimatangkan berkordinasi dengan Pemkot Bekasi.

Sebelumnya beberapa elemen mahasiswa mendukung rencana pemutusan kotrak dalam pengelolaan TPST Bantargebang.  (Indra) 

Comments

comments