Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Desember 7, 2019
Halaman Home » Kriminal » Dit Reskrimum Polda Jateng Berhasil Bekuk Komplotan Rampok Modus Pecah Kaca Mobil
  • Follow Us!

Dit Reskrimum Polda Jateng Berhasil Bekuk Komplotan Rampok Modus Pecah Kaca Mobil 

BERITA SEMARANG – Komplotan perampok bermodus pecah kaca mobil berhasil diringkus Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Jawa Tengah pada Kamis (19/11/2015) yang lalu. Dalam melakukan aksinya para pelaku menggunakan modus baru yakni memakai busi sebagai alat pemecah kaca.

Komplotan yang berjumlah 6 orang tersebut adalah, Joko Randi (21), warga Desa Curup, Provinsi Bengkulu, Damar Wahyu (21), warga Desa Bibirik, Madiun, Andi Irawan (38), warga Kabupaten Sleman, Fikram (32), warga Samarinda Ulu, Wijaya Selalu (32), warga Samarinda Ulu, dan Budiarso (21) warga Kabupaten Rejang Lebong.

Direktur Dit Reskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha mengungkapkan, para pelaku dalam melancarkan aksinya mempunyai peran masing-masing.

Peristiwa terjadi pada 17 November 2015. Pelaku Damar memantau keadaan di sebuah Bank di wilayah Kabupaten Blora. Sedangkan Fikram bertugas menunggu telepon. Selanjutnya Wijaya dan Joko masuk ke dalam Bank untuk mencari target sasaran.

Setelah mendapat sasarannya, Wijaya menelpon Budiarso yang sudah menunggu diluar bank. Kemudian Budiarso dengan membonceng Andi langsung membuntuti korban, Widarso.

Saat korban berhenti di depan warung, Budiarso melancarkan aksinya dengan cara melempar sebuah busi ke arah kaca pintu tengah sebelah kiri mobil hingga pecah. Saat itulah ia masuk ke mobil untuk mengambil uang milik korban.

“Modus ini terbilang baru. Mereka menggunakan busi untuk memecahkan kaca,” ujar Gagas saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Rabu (25/11/2015).

Saat rekonstruksi, pelaku Budiarso dengan mudahnya memecah kaca mobil. Sebelumnya, Budiarso meremukkan bagian kepala busi dan melemparkan ke arah kaca. Hanya butuh waktu kurang dari 1 menit, pelaku berhasil menggasak uang milik korban.

“Para pelaku sengaja memilih daerah pinggiran sebagai sasaran saat beraksi,” sela Gagas.

Dalam kejadian tersebut, sebanyak Rp 30 juta berhasil dibawa para pelaku di wilayah Blora. Lalu uang hasil kejahatannya tersebut dibagi rata kepada masing-masing anggota komplotan.

“Mereka sengaja memilih daerah tepi untuk menghindari kejaran polisi. Tapi berkat kesigapan anggota, para pelaku ini berhasil dibekuk,” tandasnya.

Dari tangan tersangka, berhasil diamankan sejumlah alat bukti antara lain satu buah busi, 3 sepeda motor dan uang tunai Rp 1 juta. Para pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Nining)

Comments

comments