Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Juli 17, 2019
Halaman Home » Internasional » Jadi Negara Muslim Besar Dengan Kondisi Baik, Presiden Jokowi: G-20 Apresiasi Indonesia
  • Follow Us!

Jadi Negara Muslim Besar Dengan Kondisi Baik, Presiden Jokowi: G-20 Apresiasi Indonesia 

BERITA TURKI – Para peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-negara yang tergabung dalam Group 20 atau G-20 mengapresiasi kondisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim besar di dunia dengan kondisi yang relatif baik dan ada toleransi.

“Mereka sadar pentingnya Indonesia dengan penduduk muslim yang besar di mana ada situasi dan kondisi yang baik, ada tolerasi,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan di Hotel IC Santai Antalya Turki, Minggu (15/11) malam Waktu Setempat.

Menurut Presiden, dalam KT G-20 itu dirinya menyampaikan sebagai negara terbesar berpenduduk muslim, Indonesia mendorong adanya Islam yang modern, moderat dan toleran.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi kembali menyampaikan duka cita Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar terhadap rakyat Perancis dan mengutuk keras aksi kekerasan itu.

Sisi Kanan

Presiden Jokowi tiba di Hotel Regnum Carya, Antalya, Turki, tempat berlangsungnya pembukaan KTT G-20, pada Minggu (15/11/2015) pukul 12.48 Waktu Setempat atau pukul 17.48 WIB. Kedatangan Presiden Jokowi disambut langsung oleh Presiden Turki Recep Erdogan.

Presiden yang hadir di acara pembukaan itu dengan mengenakan stelan jas warna gelap sempat berbincang sejenak dengan Presiden Erdogan, sebelum kemudian mengikuti sesi foto bersama para peserta KTT G-20.

Saat sesi foto bersama, Presiden Jokowi berada di sisi kanan pada baris pertama di antara Presiden Meksiko dan Presiden Zimbabwe, serta di depan PM Malaysia Najib Razak.

Sebagaimana diketahui G-20 tediri dari 19 negara ditambah dengan Uni Eropa. Negara-negara G-20 ini menguasai 75 persen perdagangan dunia, dan Indonesia adalah satu-satunya negara ASEAN yang menjadi anggota G-20.

Namun dalam KTT G-20 ini, selain negara anggota, hadir juga pimpinan negara non anggota yaitu Azerbaijan, Spanyol, Malaysia, Senegal, Singapura, dan Zimbabwe.

Azebaijan hadir sebagai undangan tuan rumah Turki, sementara Spanyol merupakan negara yang menjadi undangan tetap G-20. Adapun Malaysia diundang selaku Ketua ASEAN, Senegal diundang sebagai Wakil New Partnership for Africans Development (NEPAD), Singapura sebagai Ketua 3G, dan Zimbabwe hadir sebagai Ketua Uni Eropa.(EN/ES)

Comments

comments