Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Agustus 24, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Paska Musim Penghujan, Pintu Air Koja Kota Bekasi Jadi Tempat Penampungan Sampah
  • Follow Us!

Paska Musim Penghujan, Pintu Air Koja Kota Bekasi Jadi Tempat Penampungan Sampah 

BERITA BEKASI – Hujan mengguyur beberapa hari di wilayah Kota Bekasi, Bogor dan sekitarnya membawa dampak negatif terhadap aliran sungai. Sungai Cikeas yang berhulu dari Bogor dan melintas ke wilayah Kelurahan Jatikarya, Jatirangga, Jatisari, Jatiluhur, Jatiasih dan bertemu dengan sungai Cilengsi di wilayah Jatirasa, membawa ratusan ton sampah.

Belum jelas dari mana sumber sampah itu berasal. Namun dari pantauan Beritaekspres.com, ratusan ton sampah menumpuk di pintu air Koja, tepatnya di wilayah RT03/RW012, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi hingga berita ini diturunkan belum diatasi.

Kepada Beritaekspres.com salah seorang petugas bendungan Koja, Ato mengakui debit sampah yang menumpuk di pintu air saat ini melebihi kapasitas sebelumnya. “Biasanya tidak banyak seperti sekarang,” ucap Ato, Sabtu (14/11/2015).IMG03372-20151114-1522

Ato melanjutkan, memang volume sampah yang ada dipintu air sekarang ini lumayan banyak. Dan dia sendiri mengakui sampai sejauh ini belum ada petugas yang membersihkan. Ato, mengakui selama ia bertugas di pintu air Koja sifat hanya sosial, mengingat ia sendiri masih keturunan Koja. “Nama bendungan Koja diambil dari nama Uyutnya yaitu Koja,” jelas Ato.

Kalau bicara soal pembersihan sampah di pintu air ini, kata Ato tentunya perlu dukungan semua pihak, karena sampah yang menumpuk jumlah cukup banyak. Disamping itu riskan rawan bahaya. “Kalau anda percaya bendungan atau pintu air disini masih angker,” ungkapnya.

Terpisah, anggota Tanggap Bencana (Tagana) Kota Bekasi, Aziz ketika dikonfirmasi Beritaekspres.com mengatakan, memang butuh personil yang banyak untuk mengangkat sampah yang menumpuk dipintu air. “Termasuk peralatan yang memadai, karena melihat medan yang ada saat ini volume airnya cukup tinggi guna meminimalisir gangguan evakuasi sampah,” tegasnya.

Seperti yang terlihat tambahnya, sampah yang ada di lokasi bukan saja sampah plastik, tapi ada ratusan material kayu dan bambu bercampur. “Makanya untuk mengangkat sampahnya perlu personil dan perlatan, agar cepat dan mudah,” tandasnya. (Hidayat)

Comments

comments