Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Juli 20, 2019
Halaman Home » Otomotif » Gelar Modifikasi Indonesia, Yogyakarta Jadi Seri Pamungkas “Black Auto Battle 2015”
  • Follow Us!

Gelar Modifikasi Indonesia, Yogyakarta Jadi Seri Pamungkas “Black Auto Battle 2015” 

YOGYAKARTA menjadi tuan rumah final Black Auto Battleni yang dihelat belum lama ini. Sebelumnya Black Auto Battle sukses berlangsung di lima kota besar, yakni Malang, Manado, Makassar, Bandung dan Purwokerto. Dipilihnya Yogyakarta karena kota ini merupakan salah satu peta kekuatan baru dunia modifikasi Indonesia.

Selain itu, Yogyakarta juga sudah membuktikan diri sebagai salah satu trend setter modifikasi nasional dan terbukti menghasilkan beberapa kampiun gelaran otomotif Indonesia. Sejumlah tim dan komunitas mobil mampu membuat publik nasional terkesima dengan hasil karya serta prestasi anak Jogja.

Babak final yang berlangsung di Jogjakarta Expo Centre menjadi pemuas dahaga penikmat modifikasi Kota Gudeg yang cukup lama absen dari kegiatan modifikasi nasional sekelas BlackAuto Battle.

Final BlackAuto Battle menyuguhkan sebuah kompetisi modifikasi, Dyno dan Audio yang berbeda dari kompetisi yang ada di Indonesia. Pengkategorian, sistem pertandingan, penjurian, metode penilaian serta aturan lain sudah dirancang sedemikian rupa dengan mengedepankan aspek fairness.

Seperti di kota-kota sebelumnya, final BlackAuto Battle Yogyakarta ini juga memperebutkan sejumlah piala untuk modifikasi, Blackauto Dyno Test serta Black Out Loud dan juga sejumlah uang cash yang besarnya ditentukan sesuai kelas yang dilombakan.

BlackAuto Dyno Test terbagi atas dua kelas berbeda yaitu kelas Force Induction (FI) yang merupakan kelas dimana mobil bermesin turbo/supercharged bertanding dan kelas Naturally Aspirated (NA) yang merupakan kelas mobil bermesin tanpa bantuan turbo/supercharged.

Mesin ukur daya mesin juga didatangkan khusus dari Mainline Dynolog Australia dan merupakan satu-satunya engine performance contest di Indonesia. Sebagai informasi tambahan, mesin dyno kami juga bisa mengukur daya dari dua karakter penggerak roda berbeda, yaitu depan (FWD), belakang (RWD) atau keduanya (AWD).

Semenara Black Out Loud sendiri juga terbagi tiga kelas pertandingan, yaitu SQ, SQL dan SPL. SQL yang dipertandingkan terdiri dari dua kelas yaitu twin boombox (2 subwoofer) dan quad boombox (4 subwoofer) dengan konsep penilaian penggabungan antara nilai SQ dan SPL.

“Juri SQL tahun ini kami memilih salah satu profesional audio dibidang acoustic engineering yang juga sangat berpengalaman dalam dunia pro dan recording, Atok Purnomo. Untuk SPL, pada seri terakhir di Yogyakarta juga mempertandingkan dua, yaitu kelas Fun SPL dan Street SPL yang diukur dengan alat ukur sensor terbaru di dunia, Term Lab Magnum,” ujar pihak penyelenggara BlackAuto Battle.

“Tidak hanya itu, pada final BlackAuto Batle 2015 ini kami juga menggandeng lembaga car audio EMMA yang mempertandingkan sound quality kelas 2000, 4000 dan unlimited. Juri-juri yang hadir berlevel internasional yang berasal dari negara-negara Asia,” tambahnya.

Puncaknya piala Best Team Black Out Loud diberikan kepada tim terbaik yang mengikuti seluruh rangkaian roadshow yang dihitung berdasarkan akumulasi poin terbanyak dari Black Out Loud (SQ, SQL dan SPL).

Sumber: Otosia

Comments

comments