Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Agustus 20, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Langgar Rekom 24 Jam Akan Dicabut, Pemkot Bekasi Hentikan Izin Toko Modern 2017
  • Follow Us!

Langgar Rekom 24 Jam Akan Dicabut, Pemkot Bekasi Hentikan Izin Toko Modern 2017 

BERITA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan menghentikan penerbitan Izin Usaha Toko Modern (IUTM) bagi Alfamart dan Indomart se-Kota Bekasi per Januari 2017. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindakop) Kota Bekasi, Aceng Solahudin saat ditemui dikantornya, Senin (9/11/2015).

“Per Januari 2017 kita tidak lagi keluarkan rekomendasi IUTM sebagai syarat beroperasinya Alfamart dan Indimart termasuk Alfamidi,” kata Aceng.

Dijelaskan Aceng, dalam naskah perjanjian antara Pemkot Bekasi dengan Indomart dan Alfamart, di Pasal 3 dalam ruang lingkup yang tertera dalam perjanjian tersebut juga meliputi kuota/jumlah toko modern yang dapat beroperasi terdiri dari 380  Indomart dan 361 untuk Alfamart hingga per Januari 2017.

Jumlah tersebut lanjut Aceng didapat melalui proses perizinan yang masuk ke disperindakop yang mengeluarkan rekomendasi IUTM nya.

“Masa berlaku perjanjian itu berlaku 3 tahun, yang ditetapkan per Januari 2014 hingga 20 Januari 2017,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Aceng, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) menginformasikan bahwa bagi retail yang belum memproses harus segera memproses perizinannya sesuai ketentuan prosedur yang ada.

Diakuinya Aceng, Alfamart/Alfamidi termasuk lebih rapih dalam melengkapi dokumen sebagai persyaratan pada saat memproses izin yang diajukan baik proses pengurusan IMB dan proses IUTM nya itu srndiri. seperti halnya terdapat Indomart yang kadang beroperasi dirumah pribadi warga tanpa dilengkapi perizinannya.

“Banyak persoalan yang dialami mereka saat memproses izinnya seperti belum ada SKDU, IMB dan persoalan lainnya, kan ada juga Indomart beroperasi dengan menyewa tempat yang bangunannya rumah warga, dan itu salahsatu ketidak rapihannya dalam proses proses perizinan sehingga akan mempersulit pihak indomart tersebut,” terangnya.

Dalam perjanjian tersebut juga kata Aceng terdapat kewajiban Pemerintah Kota Bekasi dan Pihak Alfamart/Midi dan Indomart yang harus dijalankan dengan kesepakatan bersama.

“Ada beberapa kewajibannya, termasuk pihak Alfa dan Indomart mempekerjakan prioritas warga sekitar serta kewajiban lainnya,” katanya.

Saat ini kata Aceng, minimarket yang diberikan rekomendasi izin buka 24 jam mencapai 53 minimarket yang terdiri dari 23 Alfamart, 22 Indomart dan 8 Alfamidi se Kota Bekasi, yang nantinya akan di evaluasi atas pemberian rekomendasi 24 jam tersebut.

“Mereka harus menyediakan seperti cctv, petugas keamanan dan lainnya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” harapnya.

Hal itu diharuskan pihak Indomart dan Alfamart agar tidak membebankan si pekerjanya saat terjadi persoalan seperti tindak kejahatan yang belum lama terjadi.

“Jangan sampai pengusaha ini lalai sehingga pekerja yang kerap dibebankan pertanggungjawaban,” katanya.

Pihaknya juga mengancam akan mencabut rekomendasi 24 jam tersebut jika para pengusaha tidak memenuhi persyaratannya.

“Kalau mereka tidak mengindahkan kita akan cabut rekomendasi operasional 24 jam, tapi kalau mereka menjalankan tidak ada masalah dan tidak perlu kita evaluasi secara berkala, karena itu sudah tertera dalam surat rekomendasi yang kami keluarkan,” tandasnya. (NDI)

Comments

comments