Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, November 19, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Kerap Telan Korban, Warga Jakasetia Kota Bekasi Tuntut Pekerjaan Coran Dibongkar
  • Follow Us!

Kerap Telan Korban, Warga Jakasetia Kota Bekasi Tuntut Pekerjaan Coran Dibongkar 

BERITA BEKASI – Puluhan warga RT005/RW18, Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi menuntut Pemerintah untuk segera membongkar pekerjaan coran jalan sepanjang 20 meter yang mangkrak diruas Jalan RH Umar, Jakasetia. Tuntutan tersebut diutarakan menyusul terjadinya korban yang jatuh akibat tidak adanya opritan (tanjakan) jalan.

Selain menimbulkan korban, mangkraknya coran menyebabkan kendaraan sulit melintas, terutama mobil, “Ini proyek gak jelas gini mas, kami warga merasa dirugikan dengan adanya coran jalan yang mangkrak. Kami minta pemerintah untuk membongkarnya sebelum menelan korban yang lebih banyak,” ungkap Hj Oman, seorang ibu yang tinggal didepan lokasi coran kepada Beritaekspres.com, Senin (9/11/2015).

Dijelaskannya, bahwa mangkraknya coran tersebut akibat pelaksana proyek tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum melakukan pengecoran jalan. Bahkan kepada ketua RT dan RW setempat pun tidak ada pemberitahuan.

Kegiatan pengecoran, kata dia, berlangsung pada Sabtu malam. Namun seluruh warga keberatan terhadap kegiatan tersebut. Karena dengan dicornya jalan, maka ruas jalan dengan rumah warga lebih tinggi jalan. Hal itu menurutnya akan berdampak banjir dirumah warga apabila hujan turun.

“Kami tidak setuju jalan ini di cor. Kan kondisinya juga masih bagus. Jika di cor, nanti rumah kami yang kebanjiran kalau hujan turun,” kata wanita berusia 60 tahun itu. Ia juga mengungkapkan alasan tersebut yang menyulut warga menghentikan kegiatan pengecoran jalan.

Lontaran pedas lainnya diungkapkan Onggo, seorang warga yang tinggal dilokasi yang sama. Ia mengaku menghentikan proyek, lantaran kesal terhadap ulah para tukang yang tidak konfirmasi kepadanya dan memberitahukan bahwa jalan depan rumahnya akan ditutup.

“Kami ini manusia, masa kami tinggal disini tidak dihargai. Seharusnya sebelum ngecor ya bilang dulu ke kami, agar kami juga ada persiapan dengan memarkirkan kendaraan dirumah tetangga yang jalan rumahnya tidak dicor. Sekarang kami jadi sulit mengeluarkan kendaraan Karena ada coran yang mangkrak,” jelasnya diwaktu yang bersamaan.

Sementara, Ketua RT 005, Nuramin membenarkan perihal tuntutan warga yang meminta pemerintah untuk membongkar coran dijalan RH Umar.

Menurut Nuramin, warga dan pihaknya kesal terhadap ulah kontraktor yang dianggapnya tidak beretika. Karena menutup jalan tanpa sepengetahuan pihaknya.

“Kami disini juga manusia yang juga memiliki kebutuhan akses jalan. Masa kontraktor main tutup jalansaja tanpa memberitahu atau meminta ijin kepada kami. Wajar saja jika warga menyetop proyek dan menuntut coran dibongkar,” ungkap Nuramin dengan geram.

Dengan kondisi tersebut, Nuramin menghimbau agar Dinas Bina Marga Kota Bekasi segera mengambil tindakan dan memberikan sanksi kepada kontraktor yang tak beretika.

“Instansi terkait harus ambil tindakan. Bila perlua kasih sanksi kepada kontraktornya,” tukasnya.  (Lam)

Comments

comments