Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Desember 11, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Berharap Dapat Perhatian Walikota Bekasi, Warga Cikiwul Pertanyakan Hak Jalan Warga
  • Follow Us!

Berharap Dapat Perhatian Walikota Bekasi, Warga Cikiwul Pertanyakan Hak Jalan Warga 

BERITA BEKASI – Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menuding adanya oknum yang menjual lahan akses jalan warga di Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang yang berlokasi di RT01/RW06, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi.

“Tanah tersebut sebelumnya adalah Tanah Jalan Desa. Namun ironisnya Jalan Desa tersebut berubah menjadi alih fungsi milik PT. Peni Jaya pada tahun 1998. Ada oknum yang bermain,” ujar Rahmat Effendi, Kamis (5/11/2015).

Pak Iyat, salah satu warga yang sudah lama tinggal di sini mengatakan, bahwa jalan tersebut memang sudah ada dan menjadi akses jalan utama warga.

“Saya asli Karawang, tapi saya sudah dari tahun 70 tinggal di Desa Cikiwul ini. Akses jalan ini sebelum saya disini memang sudah ada,” ujar Pria paruh baya kelahiran tahun 1945 ini.

Sementara itu, warga yang lainnya juga mengatakan, bahwa pihak PT Peni Jaya tidak pernah ada etikad baik terhadap warga sekitar.

“Kalau dari Pemerintah Kota Bekasi sendiri sudah pernah melakukan mediasi kepada warga tahun 2014. Saat itu di hadiri, Camat, Asda 1, BPN, dan Lurah, serta disaksikan Tokoh dan warga sekitar,” ungkapnya Hamdani warga yang juga lama tinggal di wilayah Curug Parigi sejak tahun 1990.

IMG_20151103_152524 (1)Mediasi yang di lakukan warga di hadapan Walikota Bekasi sendiri sempat adanya titik terang, setelah Walikota siap membantu warga untuk mengatasi tuntutan untuk tidak di tutupnya jalan akses utama jalan warga oleh PT Peni Jaya.

“Walikota saat itu janji akan membantu warga dengan memanggil pihak PT Peni Jaya. Tetapi sampai saat ini warga masih belum mendapat sosialiasi lagi dari hasil mediasi tersebut antara PT Peni Jaya dan pihak Pemkot Bekasi,” kata Hamdani.

Ketika di konfirmasi, Mantan Asisten Daerah 1 Kota Bekasi, Jumhana Luthfi yang saat ini menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) membenarkan adanya mediasi yang di lakukan warga Cikiwul dengan Walikota.

Menurutnya, saat itu warga meminta agar Pemkot Bekasi memberikan solusi terhadap akses jalan warga yang ingin di tutup oleh pihak PT Peni Jaya.

“Pada saat itu warga menginginkan adanya akses jalan. Saat itu ada 2 alternatif yaitu, ke jalan utama yang milik PT Peni, dan alternatif ke gudang peluru, ya akhirnya saat ini pihak PT Peni Jaya sudah membuat akses jalan yang menuju ke Gudang Peluru milik Kodam,” terang Luthfi.

Namun dengan adanya akses jalan yang di buat pihak PT Peni menuju gudang peluru milik Kodam tersebut di keluhkan warga. Pasalnya diameter akses jalan menuju gudang peluru tersebut hanya 2 Meter persegi dari diameter 4 Meter persegi. Hal tersebut menurut warga setempat, tidak sebanding dengan akses jalan utama warga yang saat ini ingin di tutup pihak PT Peni.

Lanjut Luthfi, tanah tersebut yang dijadikan akses jalan utama oleh warga menuju jalan raya Narogong, pangkalan 4 telah lama di miliki oleh pihak PT Peni Jaya. “Tanah tersebut sudah lama dimiliki Pt Peni, sekitar dari tahun 1990-an.

Sayangnya, setelah saya cek ke Kelurahan tanah tersebut tidak masuk ke dalam aset daerah, sehingga tanah tersebut di miliki oleh warga setempat, dan di jual ke PT Peni.” tandasnya.

Warga Cikiwul berharap pihak PP Peni dapat memberikan Fasilitas Umum yang berbentuk CSR, yakni berupa jalan yang tidak membuat akses jalan warga semakin jauh menuju jalan raya Narogong, adanya sarana Ibadah, dan Pendidikan. (Alfi)

Comments

comments