Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Desember 9, 2019
Halaman Home » Pendidikan » Danramil, Ajak Siswa SMPN dan SMAN Plosoklaten Untuk Menjaga Hubungan Antar Umat Beragama
  • Follow Us!

Danramil, Ajak Siswa SMPN dan SMAN Plosoklaten Untuk Menjaga Hubungan Antar Umat Beragama 

BERITA KEDIRI – Upaya Koramil 0809/14 Plosoklaten memberikan pandangan dari suatu kerukunan antar umat beragama dari berbagai sudut pandang yang berbeda-beda, guna memberikan satu asumsi dan satu persepsi tentang kerukunan antar umat beragama. Koramil Plosoklaten bekerjasama dengan UPTD Plosoklaten mengadakan Wawasan Kebangsaan yang dikhususkan kepada Siswa/Siswi SMPN dan SMAN Polsoklaten.

“Fakta yang ada, kita hidup berdampingan dengan umat beragama lain di tempat kita, terkadang kita bertanya-tanya tentang apa yang mereka lakukan dalam beribadah. Maka munculah pertanyaan yang beraneka ragam tentang agama lain. Ketika pertanyaan itu sampai pada orang yang tidak tepat untuk menjawab, akan muncul jawaban yang bisa membuat anda berpikiran negatif terhadap agama lain,” kata Kapten Inf Joko Maryadi pada awal wawasan kebangsaannya.

IMG-20151102-WA0024Pada tahap selanjutnya akan timbul perbincangan kecil dengan umat beragama lain, tapi biasanya akan terus berkembang sampai pada perdebatan tentang agama, tentu perdebatan tidak akan selesai karena dasar yang dipegang ialah berbeda. Lalu munculah logika manusia, yang dijadikan dasar menyerang agama lain. Tentu saja menyerang agama lain dengan dasar logika, sangatlah tidak relevan karena logika sendiri tidak dapat mengimbangi agama, logika dan agama berada di dimensi yang berbeda,” terangnya.

Wawasan Kebangsaan bertajuk “Relevansi Hidup Sebagai Manusia Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika” menjadi perhatian khusus oleh sekitar 300 siswa/siswi SMPN Plosoklaten dan SMAN Plosoklaten di Balai Desa Pranggang Kecamatan Plosoklate “Menghormati saat teman atau siapapun sedang beribadah setidaknya jangan berisik dan merusak suasana beribadah.IMG-20151102-WA0025

Berdoalah dengan caramu sendiri, kalau anda tidak bisa menghormati agama lain setidaknya jangan menganggu orang lain beribadah, Itu lebih baik dan merupakan sikap sederhana menjaga hubungan antar umat beragama,” pungkas Kapten Inf Joko Maryadi diakhir wawasan kebangsaannya. (Penrem 082/CPYJ)

Comments

comments