Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Februari 29, 2020
Halaman Home » Pilihan Redaksi » Diduga Salah Penanganan Dokter, Si Bungsu Meninggal Dunia di RS Global Awal Bros Kota Bekasi
  • Follow Us!

Diduga Salah Penanganan Dokter, Si Bungsu Meninggal Dunia di RS Global Awal Bros Kota Bekasi 

BERITA BEKASI – Suara tangis dan haru terus menyelimuti kepergian si bungsu Falya Raafani Blegur. Bocah berusia satu tahun itu kini harus meninggalkan semua keluarganya, Minggu (1/11). Mirisnya, meninggalnya Falya diduga ada kesalahan medis di rumah sakit tempat dia menjalani perawatan.

Anak dari pasangan suami istri Ibrahim Blegur (36), dan Eri Kusrini (31), sebelum meninggal, Fayla sempat dibawa ke RS Awal Bros, Bekasi Selatan pada, Rabu (28/10) lalu, karena oleh orangtua dianggap sedang sakit. Saat masuk ke ruang pemeriksaan, dokter mendiagnosa, ternyata Falya mengidap penyakit diare, dan kekurangan cairan.

Hingga akhirnya, dokter menyarankan agar pihak keluarga merawatnya. Dan baru satu hari mendapat perawatan, tepatnya pada, Kamis (29/10), kondisi Falya mulai membaik. Senyum dan tawanya mulai bersinar dari aura wajahnya.

“Anak saya sempat tertawa bersama keluarga yang menjenguknya,” kata Ibrahim saat ditemui Beritaekspres.com, di rumah duka di Jalan Tahir Gang Genang No. 79 RT 04/11, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Minggu (1/11/2015) siang.

Karena sudah terlihat membaik, Ibrahim pun memberanikan diri untuk meninggalkan Falya untuk berangkat kerja ke Harapan Indah, Bekasi. Bahkan, sebelum melangkahkan kakinya pergi bekerja, Ibrahim sempat melihat anaknya diberikan suntikan antibiotik Tricefin INJ 1 gr. Namun, beberapa jam sampai di kantornya, Ibrahim tak bisa fokus bekerja. Dia selalu kepikiran dengan anaknya. Rasa was-was dan cemas menyelimuti Ibrahim saat berada di kejauhan dengan anaknya. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke RS. 

Benar saja, sesampainya di RS, Ibrahim terkejut dengan istrinya Eri yang menangis terus menerus didekat tubuh anaknya. Lalu, saat dipastikan kondisi tubuh Fayla, Ibrahim langsung panik. Mulut anaknya mengeluarkan busa, dan tubuhnya mulai membiru.”Saya langsung menekan tombol darurat pasien, tapi nggak ada perawat atau dokter jaga yang datang,” kata Ibrahim.

Tak berapa menit kemudian, kata Ibrahim, dokter jaga di RS itu akhirnya muncul. Namun, pemeriksaan yang dilakukannya tidak membuat Ibrahim puas. Si dokter itu, kata Ibrahim hanya memeriksa kondisi anaknya tanpa memberikan obat.  Hingga akhirnya dokter pemeriksa anaknya itu, kata Ibrahim tak kelihatan lagi sampai 30 menit kedepan. Dari situ, Ibrahim mulai naik darah, dia pun spontan menggebrak meja, lantaran anaknya didiamkan oleh tim dokter, meski kondisinya sudah memburuk.

“Saya gebrak meja perawat, akhirnya mereka mau meriksa kesehatan Falya dan anak saya mulai tersadar,” katanya.

Meski mulai tersadar, Falya dinyatakan kritis, sehingga harus dirawat di ruang NICU. Ibrahim menyesalkan, tim dokter yang tak melakukan skin tes untuk memeriksa apakah Falya alergi obat antibiotik atau tidak. “Anak saya tidak diobservasi dulu atau diperiksa dulu, tapi langsung dikasih infus yang berisi antibiotik,” ucap Ibrahim.

Mendapati hal tersebut, pihak keluarga lalu mencari pendapat dari dokter di rumah sakit lain. Dokter itu menyimpulkan, gejala yang diderita Falya saat itu adalah syok anafilaktik, atau menolak antibiotik. “Seharusnya pihak rumah sakit memberikan penanganan yang cepat. Kalau begini, ini namanya kesalahan prosedur medis,” katanya sambil menirukan ucapan dokter kenalannya Ibrahim.

Baru pada Minggu (1/11) pukul 06.00 WIB Fayla menghembuskan nafas terakhirnya di RS. Ibrahim dan istrinya tak bisa banyak bicara, dan terlihat lemas sambil meneteskan air mata.

Ketika dikonfirmasi, Manager Marketing RS Awal Bros Bekasi Tb. Yadi Haryadi mengatakan, pihaknya masih mendalami pemeriksaan prosedur dan kondisi klinik pasien saat dirawat di rumah sakit tersebut.

“Untuk saat ini kami sedang mendalami kondisi klinis pasien. Bagaimana prosedur pemeriksaan dan kondisi klinisnya saat di rumah sakit, nanti hasilnya akan segera kita sampaikan ke pihak keluarga,” singkatnya.

Kini, jasad Fayla sudah dimakamkan  di salah satu liang lahat Taman Pemakaman Umum (TPU) Belit Kampung Kranji, Kecamatan Bekasi Barat pada Minggu (1/11) pukul 11.30. (NDI)

Comments

comments