Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Agustus 21, 2019
Halaman Home » Pendidikan » Meski Hari Libur Danrem Mojokerto Terima Undangan Sebagai Nara Sumber Wasbang Gerakan Pramuka 
  • Follow Us!

Meski Hari Libur Danrem Mojokerto Terima Undangan Sebagai Nara Sumber Wasbang Gerakan Pramuka  

BERITA MOJOKERTO – Wujud kesungguhan Danrem 082 CPYJ Kolonel Inf Irham Waroihan S.Sos kepada masyarakat terhadap permasalahan Nasional yang sedang berkembang saat ini, dalam menangkal indikasi berkembangnya Proxy War dan ancaman bangkitnya komunisme, telah dibuktikannya dengan menghadiri permohonan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Mojokerto Bp. Ir. H. Jajuli, untuk menjadi Nara Sumber pencerahan Wawasan Kebangsaan kepada segenap Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto dalam acara ‘’Sarasean Wasbang” memperingati Sumpah Pemuda dan menyongsong Hari Pahlawan tahun 2015, yang dihadiri 150 orang gabungan para Kepala sekolah dan Pembina Pramuka.

Segenap komponen bangsa lainnya diluar TNI dan Polri, harus memperoleh pemahaman yang sama tentang wawasan kebangsaan, khususnya dalam menghadapi Proxy War dan Ancaman bangkitnya Komunisme di Indonesia, sehingga sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing – masing Stake Holder di wilayah Kab. Mojokerto dapat mengambil langkah kebijakan yang sinergi dan terkoordinasi, demi tetap tegaknya NKRI, demikian dikatakan Kolonel Irham sebelum mengawali acara.Foto - 2 Wasbang Danrem kpd Pramuka dan Kepsek

Sementara Ir. H. Jajuli dalam sambutannya mengatakan bahwa meski pihaknya mengundang Danrem hanya melalui sms  tetapi Danrem berkenan hadir, dan untuk itulah pihaknya harus memberikan penghormatan yang tinggi kepada Danrem, karena ditengah jadwal kegiatannya yang sangat padat, ternyata beliau masih memprioritaskan untuk dapat hadir meski hari itu adalah hari libur, dan menurut H. Jajuli mungkin cuma Kwaran Kec. .Jetis yang dihadiri oleh seorang Danrem, untuk itu ia menghimbau agar dapat memanfaatkannya secara bijak dan baik.

Sesi pertama ceramah, Kolonel Irham menyampaikan tentang Proxy War, dengan harapan agar para Pramuka dan juga para Kepala Sekolah tersebut faham benar tentang berbagai ancaman bagi bangsa Indonesia kedepan, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Dijelaskan olehnya, bahwa Proxy War adalah perang melalui aspek berbangsa dan bernegara, tidak terlihat siapa lawan dan siapa kawan , yang dilakukan oleh Non State Actor, tetapi dikendalikan oleh State, dilatar belakangi oleh Krisis Pangan,  Air dan Energi dunia, dan menjadikan Negara – Negara Khatulistiwa  yang kaya akan sumber daya alam menjadi ajang perebutan termasuk Indonesia.

Foto - 4 Wasbang Danrem kpd Pramuka dan KepsekKarena kekayaan sumber daya alam Indonesia yang berlimpah, menjadikan perebutan Negara – Negara lain yang bakal mengalami krisis untuk menguasainya, sehingga mereka berupaya ciptakan instabilitas di bidang Ipoleksosbudhankam, demi wujudkan rasa ketidakpercayaan warga Negara kepada pemerintah. Sehingga banyak kegiatan yang berselimutkan undang – undang kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat dimuka umum, yang dimaanfaatkan oleh sekelompok tertentu untuk mewujudkan tujuannya, seperti maraknya Demo, perkelahian antar kelompok dan antar pelajar, Korupsi, Masalah Narkoba, berdirinya LSM – LSM yang mengatas- namakan perjuangan rakyat, menyuarakan kebenaran namun kenyataannya jika diamati hanya untuk kepentingan kelompok tertentu saja, kenakalan remaja dan lain – lain, namun tetap masih banyak kegiatan – kegiatan pemuda yang positif dan selaras dengan Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara dan NKRI. Mengingat peran pemuda Pramuka sangatlah strategis dalam berbagai perubahan, maka Kolonel Irham berharap agar kedepan muncul Warior – warior dalam hadapi Proxy War.

Foto - 5 Wasbang Danrem kpd Pramuka dan KepsekPada sesi ke dua, Kolonel Irham mengajak pemuda untuk mewaspadai bangkitnya Komunisme, bahwa Komunis saat ini sudah bukan lagi menjadi potensi ancaman bagi bangsa dan Negara, namun telah berubah menjadi ancaman nyata, yang dapat dilihat melalui berbagai indikasi dengan maraknya kegiatan – kegiatan pemuda yang tanpa menyadari telah menggunakan atau memamerkan berbagai atribut Komunis.

Hal tersebut adalah bagian dari proses cuci otak yang dilakukan kepada para generasi muda agar tidak mempercayai atau tidak meyakini peristiwa G 30 S/PKI, sehingga muncul pemahaman bagi pemuda bahwa peristiwa G 30 S/PKI adalah suatu rekayasa. Ditegaskan olehnya bahwa pembunuhan berencana terhadap para Jendral TNI – AD adalah fakta nyata kebiadaban PKI yang tak terbantahkan.

Diujung ceramah Kolonel Irham menyampaikan untuk  membangkitkan kesadaran masyarakat dalam mencegah hidupnya kembali komunis melalui diskusi, seminar, penyuluhan, ceramah, kemudian mewaspadai upaya penyusupan ideologi tersebut ke tubuh berbagai komponen bangsa baik pemerintah, TNI/Polri, ormas maupun komponen bangsa lainnya, termasuk dunia pendidikan yang harus senantiasa dididik dan dikembangkan kearah yang lebih baik.         

Kalau Komunis tidak diberantas di Indonesia, ia akan menyebar, menindas dan menggilas siapa saja yang tak sepaham dengan ideologi mereka, seperti yang terjadi di Tiongkok dan Vietnam. Modus perjuangan komunisme di Indonesia hingga saat ini tidak pernah bergeser, yakni selalu memanfaatkan isu kemiskinan, ketidak-adilan di bidang sosial, ekonomi dan hukum, serta berupaya menjatuhkan kelompok atau institusi yang dianggap menghambat atau mengancam perjuangannya, pungkas Kolonel Irham di akhir ceramahnya. (Penrem 082/CPYJ )

Comments

comments