Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Februari 29, 2020
Halaman Home » Bekasi Kota » Sering Kejadian Kendaraan Nyemplung, Security Summarecon Halangi Wartawan Meliput
  • Follow Us!

Sering Kejadian Kendaraan Nyemplung, Security Summarecon Halangi Wartawan Meliput 

BERITA BEKASI – Minimnya pengetahuan terhadap peran Jurnalis, seorang petugas keamanan (Security) Summarecon Kota Bekasi halangi para wartawan untuk melakukan peliputan peristiwa mobil Avanza yang masuk ke dalam selokan yang berlokasi di Jalan Boulevard Summarecon, Jumat (23/10/2015) Sore Kemarin.

Kejadian tersebut bermula ketika salah satu kontibutor Net TV berinisial R yang sedang melakukan pengambilan gambar peristiwa tersebut. “Ini tugas wartawan, jadi kita berhak melakukan peliputan yang bersifat untuk di publikasi, apalagi ini sebuah peristiwa. Kenapa pas saya lagi mengambil gambar di tarik-tarik baju saya?,” ujar R.

Tidak hanya di tarik bajunya, R juga di teriakin dengan keras oleh salah seorang petugas keamanan Summarecon Bekasi. “Jadi pas saya lagi ngambil momen diteriaki dan ditarik-tarik bajunya sama satpam. Saya udah bilang, saya wartawan tapi tetep aja dia teriakin saya dengan keras. Kalau begini kan sudah kategori menghalang-halangi tugas wartawan. Motivasinya apa, saya juga gak tau,” jelas R kepada wartawan.

002Berdasarkan informasi yang dihimpun, bukan hanya R, Awak media lainnya sebut saja, (Luk) wartawan media online lokal di Kota Bekasi juga mengaku mendapat perlakuan kasar yang serupa dari security Summarecon Bekasi.

“Masa, kita kan harus menyajikan gambar yang sesuai standar kualitas di redaksi, kok gak dibolehin. Wajarlah, ini kan TKP kalau taman ke injek-injek. Kalau gak ada kejadian juga tidak taman itu di injek – injek kok, kenapa jadi security Summarecon Bekasi jadi kasar – kasar banget,” tandasnya.

Sementara itu salah seorang wartawan Televisi Nasional, peristiwa tercemplungnya mobil Avanza tersebut di selokan Jalan Boulevard Summarecon bukan kali pertamanya. Kejadian tersebut sebelumnya sudah pernah terjadi. “Di situ sering sekali mobil nyemplung. Ini udah 2 kali saya meliput. Saya juga sering dapat info bukan hanya mobil, tapi motor juga sering nyemplung ke situ,” ungkapnya DY kepada Beritaekspres.com.

Insiden pengahalangan yang dilakukan oleh seorang Security Summarecon Bekasi tersebut telah melanggar UU 40 Tahun 1999 Tentang Pokok Pers, Pasal 18 yang berbunyi, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan pasal 4 ayat (2) dan (3) dipidana penjara paling lama selama 2 tahun, atau denda paling banyak Rp. 500.000.000 (Lima Ratus Juta).

Sampai diturunkannya berita ini, Pihak Summarecon Bekasi belum dapat memberikan klarifikasi atas insiden yang dilakukan oleh petugas keamanan di Summarecon Kota Bekasi. (M.Alfi)

Comments

comments