Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Februari 29, 2020
Halaman Home » Pilihan Redaksi » Belum Ada Perkembangan Kasus Orang Tua Gabriella Gandeng Komisioner KPAI Erlinda Iswanto
  • Follow Us!

Belum Ada Perkembangan Kasus Orang Tua Gabriella Gandeng Komisioner KPAI Erlinda Iswanto 

BERITA JAKARTA – Kedatangan kedua orangtua korban bocah tengelam Gabriella Sheryl Howard salah seorang siswi Global Sevilla School yakni Verayanti dan Asip untuk meminta pendampingan kepada Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat, Erlinda Iswanto, karena dianggap ada yang janggal terkait kematian putri kesayangan mereka dalam kegiatan tes berenang disekolahnya, Jumat (16/10/2015).

Verayanti dan Asip datang didampingi kuasa hukumnya untuk menemui Komisioner KPAI Erlinda Iswanto di Cibubur, Jakarta Timur. Pasalnya, sampai sekarang pihak Kepolisian sendiri juga belum menunjukan perkembangan dari hasil laporan polisi kedua orang tuanya. Begitupun, dari pihak sekolah Global Sevilla School yang dinilai acuh yang sampai sekarang belum memberikan keterangan dan kronologis seputar kejadian peristiwa na’as yang menimpa putrinya.

Korban Gabriel

Korban Gabriel

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPAI Pusat, Erlinda mengatakan, sangat disayangkan adanya dugaan kelalaian maupun dugaan yang lainnya yang terjadi, sehingga Gabriel meregang nyawa. Padahal sebelum meninggal, Gabriel dalam keadaan sehat dan tidak mempunyai riwayat sakit apapun. “Saya berharap proses kematian Gabriel tetap dilanjutkan oleh polisi untuk mencari kelalaian itu, terlepas ada atau tidaknya,” ujar Erlinda.

Erlinda juga memohon kepada pihak sekolah Global Sevilla School mempunyai tanggung jawab, tidak hanya secara moral, tapi juga ada tanggung jawab yang harus diberikan terhadap pihak korban. “Kematian Gabriel ini kan, masih dalam kegiatan sekolah yang tentuya mutlak dibawah pengawasan sekolah. Terlebih lagi, ini merupakan kegiatan tes renang yang seharusnya penjagaan dan pengawasan pihak sekolah kepada anak-anak yang masih berusia dini ini lebih ekstra tidak bisa dibiarkan begitu saja,” terang Erlinda.

Sementara itu, orang tua dari Gabriel mengatakan ia melihat ada unsur kelalaian dari pihak sekolah bagaimana 15 murid dijaga satu guru olahraga dan ia juga melihat kejanggalan dengan kematian anaknya saat ia melihat ada 3 telapak jari bekas tekanan didada korban. Orang tua korban juga memohon kepada Dinas Pendidikan (Disdik) maupun Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menindak tegas sekolah tersebut. “Anaknya sehat dan tidak mengidap penyakit Epilepsi seperti yang dikatakan orang-orang yang mau mencuci tangan dengan kasus ini,” kata Asip ayah korban.

Ditegaskan kembali oleh Erlinda, KPAI meminta kepada Polres Jakarta Barat untuk segera menindak lanjuti laporan kepolisian atas tenggelamnya Gabriella siswa kelas tiga sekolah dasar Global Sevilla School yang terjadi pada 17 September lalu saat mengikuti pengambilan nilai olahraga tes berenang disekolah.

Diketahui, Gabriella tenggelam saat mencoba menolong temannya yang tenggelam. Namun naas Gabriella yang lepas dari pengawasan gurunya tak dapat diselamatkan saat diangkat dari kolam renang. Kasus ini sendiri dianggap lamban lantaran hingga kini belum ada perkembangan terkait penetapan tersangka.  (Thioman)

Comments

comments