Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Desember 15, 2019
Halaman Home » Pendidikan » STIE Tribuana Bekasi Klaim Aktif Kembali, Ini Data Resmi 3 Kampus Aktif Kembali Kemenristek Dikti
  • Follow Us!

STIE Tribuana Bekasi Klaim Aktif Kembali, Ini Data Resmi 3 Kampus Aktif Kembali Kemenristek Dikti 

BERITA BEKASI – Sebanyak 243 kampus yang dinonaktifkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), telah berkurang menjadi 239 Perguruan Tinggi Swasta. Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEK dan Pendidikan Tinggi, Patdono Suwignjo dalam keterangan pers yang di helat di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Senayan pekan lalu.

Menurut Patdono, penonaktifan tersebut sesuai dengan data yang dimiliki oleh Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT). “243 PT dengan status nonaktif tersebut merupakan data yang diakumulasikan sejak 16 September 2015. Tetapi, data terbaru PDPT, tanggal 1 Oktober 2015, jumlah PT yang dinonaktifkan telah berkurang menjadi 239 kampus. 243 itu sudah berkurang dari 567 pada data akumulasi April 2014 hingga september 2015 ini,” ujarnya.

Penonaktifan PT bukan berarti pencabutan izin. “Sanksi itu hanya sementara agar PT memperbaiki sesuai dengan aturan. Kalau pelanggaran diperbaiki, maka diaktifkan kembali,” jelasnya seperti yang dikutip dilaman Kupang.tribun.com.

Terkait adanya kampus yang keberatan namanya dimaksudkan ke list 243 nonaktif, Patdono mengatakan hal tersebut bukan dikeluarkan oleh Dikti. “PT tersebut di nonaktifkan karena melanggar ketentuan UU No. 12 tahun 2012. Tanggung jawab Dikti bukan mengenai munculnya data,” terangnya.

Data-data tersebut merupakan data yang selalu ter-update di laman forlap.dikti.go.id. “Perlu diperhatikan, data forlap merupakan data hidup dan di-update terus,” katanya.

Berkurangnya status penonaktifan tersebut adalah diantaranya tiga lembaga pendidikan Akademi Kebidanan Bamapuan Prima Persada Sulawesi Selatan, STAI AL Amanah Jeneponto Sulawesi Selatan, dan STAI Syarif Muhammad Raha, Muna Sulawesi Tenggara.

Pada pemberitaan yang beredar sebelumnya, Suroyo Ketua STIE Tribuana Bekasi mengkalaim bahwa kampusnya tersebut telah di datangi Tim oleh Kemenristek Dikti, pada pukul 22.00 WIB, Senin (5/10/2015) malam kemarin.

Namun ironisnya, Suroyo enggan memberitahukan kepada wartawan nama salah satu tim yang mendatangi kampusnya tersebut, “Ini rahasia, mereka datang 1 tim,” Katanya kepada wartawan.

Sayang, pengelakan pemberian nama tersebut di katakan Suroyo dengan nada yang tidak mencerminkan sebagai seorang pengajar yang memiliki pendidikan tinggi ketika di tanya kembali oleh wartwan tentang nama Ketua Tim yang di utus Kemenristek Dikti ke kampusnya itu.

“Kamu itu wartawan abal-abal ya?, ngerti engga sih kalau saya bilang itu rahasia, ya rahasia,” ketusnya, seraya mematikan langsung komunikasi wawancara melalui via telephone yang di hubungi wartwan pada, Rabu (7/10) sore kemarin. (M.Alfi)

Comments

comments