Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Desember 12, 2019
Halaman Home » Internasional » Tim PPIH dan Tim DVI Gelar Rapat Kelanjutan Identifikasi Peristiwa Mina
  • Follow Us!

Tim PPIH dan Tim DVI Gelar Rapat Kelanjutan Identifikasi Peristiwa Mina 

BERITA MAKKAH – Tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dengan Tim Disaster Victim Identification (DVI) melakukan rapat koordinasi di Daker Makkah, Minggu (4/10/2015) kemarin malam. Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umrah Abdul Djamil menjelaskan bahwa rapat koordinasi dua tim ini dilakukan untuk membahas kelanjutan proses identifikasi jenazah jamaah haji Indonesia yang menjadi korban Mina, khususnya yang sampai saat ini belum bergabung dengan kloternya.

Rilis terakhir PPIH Arab Saudi menyebutkan bahwa masih ada 28 jamaah haji Indonesia yang dilaporkan belum kembali dan bergabung dengan kloternya. Sementara jenazah jamaah haji Indonesia yang sudah berhasil diidentifikasi sampai dengan Minggu pagi berjumlah 95 orang. Selain itu, tim PPIH juga berhasil mengidentifikasi 5 jenazah warga Negara Indonesia (WNI) yang mukim di Arab Saudi. 

“Kami terus-menerus akan melakukan proses-proses untuk memperoleh kejelasan terhadap saudara-saudara kita yang hingga saat ini belum bergabung dengan kloternya melalui upaya kita menyisir rumah sakit yang ada di Makkah, Thaif, termasuk juga yang di Jeddah. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan proses-proses untuk mengetahui lebih lanjut pada kantor yang menangani kondisi darurat di Muashim,” jelas Abdul Djamil dalam kesempatan jumpa pers bersama Ketua Tim DVI Konbes Masudi usai rapat di Daker Makkah, Minggu malam.

Menurutnya, proses identifikasi memerlukan waktu yang cukup karena membutuhkan  profesionalitas  dalam mengidentifikasi  jamaah  peristiwa Mina. Untuk itu, Djamil menyambut kehadiran  tim DVI Mabes POLRI yang akan bersinergi dengan tim PPIH  dalam rangka membantu proses identifikasi dan pengenalan  korban peristiwa Mina.

“Rapat koordinasi pada malam hari ini akan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan berikutanya pada bidang-bidang dan pusat-pusat yang diharapkan  bisa memperoleh dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan,” ujar Djamil.

“Tentu nanti kita akan memperoleh informasi yang lebih jelas dengan adanya 10 personel dari tim DVI yang bergabung dan akan bekerja secara sinergis. Terlebih mereka memperoleh akses langsung ke rumah sakit-rumah sakit di Arab Saudi sehingga bisa leluasa bekerja pada masalah-masalah yang dihadapi,” tambahnya.

Ketua Tim DVI Kombes dr. Mas’udi mengatakan bahwa kedatangan Tim DVI yang berjumlah 10 personil ini ditugaskan Kaporli  dalam rangka mengidentifikasi korban peristiwa Mina, terutama WNI. Tim DVI ini terdiri dari para ahli forensik, ahli DNA, dan ahli finger print. Mas’ud mengaku bahwa tim DVI sudah  diberi akses seluas-luasnya oleh Pemerintah Arab Saudi untuk masuk ke beberapa rumah sakit di Jeddah  untuk mengidentifikasi beberapa WNI yang ada di sana. 

“Hari ini kami mengidentifikasi beberapa pasien yang ada di rumah sakit tersebut. Ada yang dalam keadaan koma, sakit, ada juga pasien yang dalam keadaan sadar. Sore tadi baru selesai dan masih perlu asesmen lagi. Malam  ini kita melakukan rapat teknis untuk membahas capaian yang sudah diperoleh sampai hari ini,” jelas Mas’udi.

Mas’udi berharap akses yang diberikan oleh otoritas Pemerintah Saudi (Kementerian Kesehatan) dapat mempermudah tim DVI dalam  melakukan identifikasi jenazah. Ditanya soal target, Mas’udi mengatakan bahwa Tim DVI akan berusaha secepatnya untuk dapat mengidentifikasi jenazah yang ada. “Targetnya adalah,  sebagaiman  disampaikan Pak Dirjen,  beberapa jamaah yang belum kembali sedapat mungkin  bisa clear teridentifikasi, apakah sakit atau meninggal,” jelasnya.

Mas’udi mengaku kalau usia jenazah yang sudah sepuluh hari akan memberikan tantangan tersendiri seiring dengan perubahan fisik jenazah. Namun demikian, dia berharap perubahan atau kerusakan fisik itu belum terlalu parah. “Tapi kita perlu lihat dulu kondisinya seperti apa. Karena hal itu terkait dengan cara penyimpanan, suhu, iklim dan hal-hal yang mempengaruhi keawetan maupun proses pembusukan ini,” tuturnya.

Terkait data antemortem, Mas’udi mengaku akan memanfaatkan data yang ada di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama. Menurutnya, data SIskohat yang mencakup nama, alamat, sidik jari, nomor pasport,dan nomor visa jamaah sudah cukup untuk dijadikan sebagai data awal. “Saya kira itu sudah lengkap. Seandainya kalau itu nanti kita ambil dan kita butuhkan untuk kita cocokan dengan data yang ada, maka Insya Allah akan lancar,” kata Mas’udi. 

Rapat Koordinasi Tim PPIH dan Tim DVI Mabes POLRI ini dilanjtukan dengan  rapat teknis oleh masing-masing anggota tim terkait dengan  rekonsiliasi data yang dibutuhkan dalam rangka menentukan langkah-langkah lanjutan.  (mkd/mch/mkd)

Comments

comments