Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Juli 21, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Sambut LRT, Presiden Jokowi Minta Terminal Baranangsiang Bogor Segera Dibenahi
  • Follow Us!

Sambut LRT, Presiden Jokowi Minta Terminal Baranangsiang Bogor Segera Dibenahi 

BERITA BOGOR – Presiden Joko Widodo (Kokowi) meminta Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto untuk segera menyelesaikan penataan Terminal Baranangsiang disesuaikan dengan konsep Light Rail Transit (LRT).

“Presiden juga minta penataan pasar-pasar, salah satunya Pasar Bogor. Karena ia (Presiden) sering lewat sana,” kata Bima Arya di Bogor, Minggu (4/10/2015).

Bima mengatakan, Presiden Jokowi menyampaikan permintaan itu  dalam diskusi saat beraktivitas olah raga bersama, bersepeda keliling Istana dan Kebun Raya serta area Car Free Day hari Minggu.

Kepada Presiden,  Bima menyampaikan  bahwa Pemerintah Kota Bogor terus menggodok rencana penataan terminal dengan merancang ulang konsep pengembangan disesuaikan dengan konsep LRT.

Pembangunan proyek LRT dilakukan dalam dua tahap dengan total panjang 83,6 km masing-masing terdiri 3 lintas pelayanan, yaitu:

1. Tahap I lintas layanan Cibubur – Cawang – Bekasi Timur – Cawang, Cawang – Dukuh Atas dengan 18 stasiun dan panjang 42, 1 km;

2. Tahap II lintas pelayanan Cibubur – Bogor, Dukuh Atas – Palmerah – Senayan, dan Palmerah – Grogol dengan panjang 41,5 km.

Pembangunan LRT tahap I akan dimulai  kuartal akhir 2015 dan selesai akhir 2018, sedang tahap II akan dimulai  kuartal akhir 2016 dan diharapkan selesai 2018.

Bima mengatakan, selama mendampingi Presiden Jokowi bersepeda. Presiden juga meminta dirinya untuk menata pasar-pasar di Bogor salah satunya Pasar Bogor di Jalan Otista.

Menurut Bima, terkait penataan pasar, Pemerintah Kota Bogor masih terkendala tempat untuk merelokasi pedagang yang belum tersedia.

“Kita masih mencari tempat yang pas untuk merelokasinya. Hanya saja Presiden berpesan agar relokasi tidak perlu jauh-jauh,” kata Bima.

Bima mengatakan, untuk penataan pasar, Pemerintah Kota Bogor ingin menyebar lokasi pasar ke pinggiran, karena jika pusat perekonomian berada di pusat akan menimbulkan kemacetan. (ES) 

Comments

comments