Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Agustus 20, 2019
Halaman Home » Pendidikan » Pengukuhan Prof. Widyo Pramono: Penegak Hukum Harus Berani Tindak Korupsi
  • Follow Us!

Pengukuhan Prof. Widyo Pramono: Penegak Hukum Harus Berani Tindak Korupsi 

BERITA SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang hari ini, mengukuhkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Prof Widyo Pramono sebagai guru besar dosen tidak tetap di Fakultas Hukum yang digelar di Gedung Prof Soedarto Kampus Undip Tembalang, Jawa Tengah, Sabtu (03/10/2015).

Dalam sambutannya, Prof Widyo menyampaikan masalah pertanggung jawaban pidana korporasi hak cipta dan korupsi sesuai tema dalam pidato pengukuhannya.

Pada kesempatan itu, Prof Widyo hanya menyoroti dua jenis pidana, meskipun sebenarnya ada 70 jenis. Menurutnya pelanggaran hak cipta di Indonesia marak sekali terjadi. “Jika tidak ditangani akan merugikan negara,” tandasnya.

DSC_0022Seperti pelanggaran hak cipta lanjutnya, yang menimpa perguruan tinggi misalnya, banyak karya ilmiah, bahan makalah yang dibuat tidak jujur. Bahkan ada dosen membuat buku tentang korupsi, namun isinya plagiasi.  “Ini tidak boleh dibiarkan. Maka perlu kita sikapi bersama,” kata dia.

Berikutnya adalah kasus korupsi. Ia menyoroti kasus korupsi oleh korporasi sangatlah  menggejala. Prof Widyo mengambil contoh kasus yang mencuat diantaranya kasus Asian Agri yang merugikan Rp 2,5 triliun, kasus Indosat Rp 1,3 triliun. “Kami berharap penegak hukum harus berani, dan Korporasi itu harus ditindak sebagaimana mestinya,” imbuhnya.

Dia menyampaikan pula, bahwa dirinya menerima kabar baik tentang pengangkatannya pada 21 September 2015. Saat itu Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama mengatakan bahwa SK pengangkatan guru besar tidak tetap tersebut dari Menristekdikti. (Nining)

Comments

comments