Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Januari 22, 2020
Halaman Home » Bekasi Kota » Ganggu Warga dan Tak Berizin, Pemerintah Siap Tutup Pasar Malam di Jatikramat Bekasi
  • Follow Us!

Ganggu Warga dan Tak Berizin, Pemerintah Siap Tutup Pasar Malam di Jatikramat Bekasi 

BERITA BEKASI – Menanggapi keluhan warga yang keberatan dengan keberadaan pasar malam di Jalan Alhusna RT002/RW01, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, karena menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, Lurah Jatikramat, Heru Ratno berjanji akan menghentikan aktivitas pasar malam dan menutupnya secara permanen.

“Pasar malam itu tidak ada izinnya, kami membiarkannya selama ini karena kami kira warga tidak terganggu. Namun dengan adanya keluhan ini, maka kami akan tindaklanjuti dan menutup lokasi tersebut,” ujar Heru ketika ditemui Beritaekspres.com, di ruang kerjanya, Rabu (30/9/2015).

Sekalipun ia baru mengetahui adanya surat keluhan warga, sebab Sekretaris Lurah tidak menyampaikan perihal surat tersebut, namun ia dapat menyimpulkan bahwa aktivitas pasar malam bakal menimbulkan dampak sosial, seperti adanya gesekan antar warga dengan oknum preman.

“Ini berpotensi menimbulkan keributan antara warga dengan pihak yang mendukung pasar malam. Intinya satu, kami tutup pasar malam biar selesai masalahnya,” katanya seraya mencurigai adanya oknum Kelurahan yang membekingi dan menerima setoran dari pengelola pasar malam.

Hanya saja, Heru mengatakan, bahwa ia terlebih dahulu akan meninjau ke lapangan, apakah betul usulan yang disampaikan oleh warga merupakan keinginan sendiri tanpa ada tendensi atau kepentingan pihak lain.

Sebelumnya, keluhan warga RT002/01, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih disebabkan kenyamanan mereka terusik oleh keberadaan pasar malam yang beroperasi setiap Sabtu sore hingga malam hari.

Menurut Rahayu Triko, pasar malam menghabiskan badan jalan, sehingga lalu lalang kendaraan warga menjadi terganggu, terutama mobil yang tidak dapat melintas selama kegiatan pasar malam berlangsung.

Selain menghambat lintasan kendaraan, pasar malam kerap menyisakan sejumlah persoalan sosial, diantaranya sampah yang berserakan pasca kegiatan, menimbulkan kebisingan, kemudian keamanan lingkungan menjadi tidak terkendali, dan problem yang krusial ialah warga yang rumahnya bertepatan dengan lokasi kesulitan keluar masuk rumah.

“Mobil saya tidak bisa lewat karena jalan tertutup. Saya hanya bisa menunggu pasar malam tutup untuk pulang kerumah,” ujarnya.

Keluhan lainnya juga diungkapkan, H Dasril, yang menyebut kegiatan pasar malam hanya menguntungkan pengelola serta oknum Kelurahan dan preman, sementara warga sendiri menurutnya dirugikan.

Ia mengaku tidak ada manfaat lebih bagi warga sekitar dengan adanya pasar malam. Bahkan ia mengaku rugi, karena tidak bisa istirahat dengan tenang akibat suara bising yang ditimbulkan. Selain itu, ia juga khawatir keamanan lingkungan menjadi tidak kondusif.

“Kami tidak nyaman dan ini jelas merugikan kami. Kami minta ini ditutup segera,” tukas H Dasril sembari menjelaskan surat warga yang disampaikan ke pihak Kelurahan Jatikramat dan Kecamatan Jatiasih awal September lalu, menyatakan keberadaan Pasar Malam di wilayah Kelurahan Jatikramat tersebut, menimbulkan kontra sosial yang tinggi. Bahkan, warga berencana akan menutup paksa apabila pihak Kelurahan maupun Kecamatan tidak menghentikan aktivitas tersebut.

“Intinya apabila Sabtu lusa masih ada pasar malam dan pemerintah membiarkannya, maka kami akan bertindak sendiri,” ungkapnya.

Terpisah, Camat Jatiasih, Ahmad Zarkasih mengatakan, dirinya sudah memanggil pengelola pasar malam, tapi sayangnya yang bersangkutan tidak hadir dan akan dipanggil ulang jumat lusa. Hanya saja, apabila problem yang ditimbulkan cukup tinggi, maka pemerintah akan bertindak sesuai dengan koridor yang ada.

“Kita tidak larang mereka berjualan yang penting sesuai aturan yang ada,” kata Camat seraya menyayangkan aktivitas pasar malam tersebut tidak berizin, namun pihak kelurahan tidak cepat tanggap menghentikan kegiatan tersebut. (Lam)

Comments

comments