Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Januari 22, 2020
Halaman Home » Pendidikan » Lemahnya Pengawasan Pihak Sekolah, Siswa Kelas 2 SD di Kebayoran Lama Tewas Dipukuli Kakak Kelas
  • Follow Us!

Lemahnya Pengawasan Pihak Sekolah, Siswa Kelas 2 SD di Kebayoran Lama Tewas Dipukuli Kakak Kelas 

BERITA JAKARTA – Dunia pendidikan terus tercoreng dikarenakan lemahnya pengawasan sekolah terhadap para anak didiknya yang berada dilingkungan sekolah atau memang tidak adanya sanksi tegas dari pemerintah selama ini kepada pihak sekolah.

Lemahnya pengawasan, terkadang mereka yang masih duduk di sekolah dasar sudah berbuat kenakalan atau pun mencelakakan teman sendiri dan tentu saja peran orangtua dipertanyakan.

Banyak kasus bocah SD yang justru meninggal karena teman sekolah sendiri. Entah berkelahi atau memang sengaja melukai.

Tentu saja kejadian itu membuat pilu. Dunia pendidikan yang harusnya jadi tempat menimba ilmu malah tercoreng karena kurangnya pengawasan orangtua dan guru di sekolah.

Sebelumnya, seorang siswa kelas dua sekolah dasar (SD) tewas saat mengikuti pelajaran olahraga di sekolahnya. Siswa tersebut tewas setelah berkelahi dengan teman sekolah.

Petugas Polres Metro Jakarta Selatan pun menyelidiki penyebab kematian AN (8), seorang murid sekolah dasar (SD), yang diduga akibat berkelahi dengan temannya R (8).

“Kami periksa sejumlah saksi, termasuk guru dan ibu korban,” kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Polisi Nunu Supadmi.

Polisi juga membawa jasad murid kelas 2 SD Negeri Pagi 02 Kebayoran Lama Utara itu ke Rumah Sakit Fatmawati guna menjalani autopsi agar mengetahui penyebab kematian.

Sementara itu, bapak korban Wawan menuturkan istrinya Karisa yang pertama kali menyampaikan informasi kematian anak keduanya itu.

Wawan mengaku pasrah dengan tewasnya AN itu dan akan menyelesaikan peristiwa itu secara kekeluargaan.

Diketahui, penganiayaan yang melibatkan dua bocah hingga berujung kematian, dialami siswa kelas V SDN 09 Kampung Makasar, Jakarta Timur, bernama lengkap Renggo Khadafi (11). Renggo diduga persoalan pisang hingga meregang nyawa setelah dipukuli kakak kelasnya pada Senin (30/4) lalu, sekitar pukul 09.00 WIB di salah satu ruangan kelas.

Ibu angkat Renggo, Dewi Anggraeni, menjelaskan, nyawa Renggo tak dapat ditolong karena pembuluh darah di kepalanya pecah hingga membuat anaknya meninggal dunia. Dalam kejadian itu, satu anak merupakan pelaku utama sedangkan dua orang lainnya hanya membantu.  (Mdk)

Comments

comments