Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Februari 29, 2020
Halaman Home » Pendidikan » Mahasiswa Kampus BSI Cut Muthia Bekasi Resah, Ternyata Status Akreditasi Kaduluarsa
  • Follow Us!

Mahasiswa Kampus BSI Cut Muthia Bekasi Resah, Ternyata Status Akreditasi Kaduluarsa 

BERITA BEKASIPuluhan mahasiswa Bina Sarana Informatika (BSI) Kota Bekasi yang berada di jalan Cut Muthia, melakukan aksi orasi dan memutari halaman kampus. Pasalnya para mahasiswa yang melakukan aksi memutari lingkaran halaman kampus sambil berorasi ini mempertanyakan Akreditasi BAN-PT yang di sandang kampus BSI tersebut kepada pihak kampus.

Menurut Wildan, Ketua Senat BSI Bekasi, Akreditasi di kampus BSI Cut Muthia sudah kadaluarsa dari tahun 2013. Hal ini sangat membuat resah para mahasiswa yang melakukan kegiatan belajar di BSI karena tidak ada proses perbaikan dari pihak kampus.

“Akreditasinya sudah kaduluarsa sejak tahun 2013, pihak kampus pun hanya mengatakan sedang di proses dan di proses, namun setelah kita cek ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) hasilnya nihil, tidak ada proses tersebut yang dikatakan pihak kampus.” ungkap Wildan saat di temui awak media di depan Kampus BSI Cut Muthia saat melakukan aksi, Selasa (8/9/2015).

Sementara itu, Koordinator Kemahasiswaan Kampus BSI Cut Muthia, Selamet Heri mengatakan pihak kampus sebelumnya sudah melakukan audiensi kepada para mahasiswa terkait Akreditasi yang di pertanyakan kejelasaannya tersebut.

“Proses penilaian Akreditasi ini dilakuakan setiap satu tahun sekali, setiap kampus atau institusi pendidikan dilakukan uji sertifikasi atas kelayakan dari kampus tersebut yang dilihat dari tiga aspek yakni, sarana prasarana, SDM, dan kegiatan belajar mengajar” terang Heri.

Uji sertifikasi ini yang dilakukan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendiknas, melalui Kopertis Wilayah 4 ini, lanjut Heri yang akan memproses adanya Akreditasi, “Proses Akreditasi ini di proleh dari penilai-penilaian yang telah di lakukan oleh Kopertis Wilayah 4 dari 3 aspek tersebut,” jelasnya.

Melihat adanya aksi yang dilakukan para Mahasiswa BSI Cut Muthia, Heri mengklaim bahwa proses Akreditasi yang dipertanyakan para mahasiswa sedang dalam proses yang telah dilakukan sejak bulan Juni 2015 lalu dan tidak mengganggu proses kegiatan belajar para mahasiswa maupun keluarnya ijazah.

“Kita sudah mengirimkan yang namanya portofolio ke BAN-PT, cuma proses tersebut butuh waktu lama, ya kira-kira 3 bulan baru masuk, tidak ada sangkut pautnya Akreditasi dengan kegiatan belajar mengajar, dan ijazah yang kami keluarkan, buktinya banyak yang sampai saat masih mendaftarakan diri sebagai mahasiswa.” kata Heri.

Heri menambahakan, proses akreditasi juga melihat dari rasio mahasiswa dan dosen pengajar yakni, 1 banding 40 (1:40). “Ini peraturan baru dari pemerintah tentang rasio pengajar dan mehasiswa di setiap kampus, oleh itu kami akan mengupayakannya. Saat ini khusus di kampus BSI Cut Muthia, kami memiliki 400 pengajar dan 900 mahasiswa,” ungkapnya.

Ironisnya, menurut informasi yang di dapat dari salah satu mahasiswa yang namanya tidak ingin disebutkan, saat ini kampus BSI Cut Muthia Kota Bekasi lebih kurang memiliki 400-500, dan 50 dosen pengajar, sehingga proses rasio pun tidak terpenuhi di kampus BSI Cut Muthia. (M. Alfi)

Comments

comments