Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, November 13, 2019
Halaman Home » Pendidikan » Pasca Kebakaran Sekjen KPAI, Erlinda Kunjungi SMPN 49 Kramatjati Jakarta Timur
  • Follow Us!

Pasca Kebakaran Sekjen KPAI, Erlinda Kunjungi SMPN 49 Kramatjati Jakarta Timur 

BERITA JAKARTA – Kasus kebakaran di SMPN 49 Kramatjati yang diduga diakibatkan korsleting arus listrik memunculkan tanya mengenai prosedur keamanan instalasi listrik di sekolah-sekolah di Ibu Kota. Selain itu, dipertanyakan pula apakah pihak sekolah sudah siap dengan prosedur keamanan evakuasi siswa dari bencana, Jumat (4/9/2015). 

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan, kerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengenai keamanan instalasi listrik di sekolah menurutnya perlu digalang oleh Pemerintah Daerah (Pemda). KPAI juga berencana berkoordinasi dengan PLN mengenai keselamatan listrik di sekolah. 

“Perlu ada koordinasi dengan Dinas terkait tentang bahaya arus pendek listrik, sehingga mesti hati-hati. Kemudian dengan PLN, bagaimana dengan pengamanan listrik di gedung sekolah. Karena sekolah harus safety,” kata Sekjen KPAI, Erlinda, saat mengunjungi sekolah tersebut, Jumat (4/9/2015). 

Erlinda melanjutkan, Pemerintah juga perlu bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan simulasi mengenai bagaimana prosedur penyelamatan anak murid saat situasi darurat. Mengingat banyak gedung sekolah di Ibu Kota yang bertingkat. 

“Memang mungkin perlu bekerja sama dengan BNPB. Kita tidak tahu bahwa kejadian itu terjadi gimana. Namun, untuk kedaruratan, sekolah perlu punya keterampilan sepeti ini, untuk apapun bencananya, seperti kebakaran atau gempa,” ujar Erlinda. 

Erlinda mengapresiasi pihak SMPN 49 yang cepat tanggap mengevakuasi siswa-siswanya saat bencana kebakaran terjadi pada saat jam belajar sekolah kemarin. Sehingga, tidak sampai menimbulkan korban. Namun, para siswa dikabarkan sempat terganggu pernafasannya karena asap pekat akibat kebakaran kemarin yang menyelimuti sekitar sekolah.

Meski demikian lanjutnya, para siswa tidak sampai trauma. “Kita bersyukur kalau trauma tidak seperti yang dikhawatirkan kami. Kita apresiasi pihak sekolah kemarin cepat tanggap melakukan evakuasi kemarin. Tapi kita akan kerja sama dengan polres apakah perlu ada trauma healing dengan kejadian ini,” ujar Erlinda.

Sebelumnya kobaran api dengan cepat melalap tiga ruangan yang berada di SMP Negeri 49 Kramat Jati Jakarta Timur pada Kamis (3/9) kemarin siang dan diduga penyebab kebakaran ini akibat hubungan arus pendek listrik dari ruangan perpustakaan hingga menyambar ke dua ruangan lainnya.  (Thioman)

Comments

comments