Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Desember 6, 2019
Halaman Home » Hukum » Kuasa Hukum Devita: Ini Perkara Perdata, Bukan Pidana, Minta Hakim Alihkan Status Penahanan
  • Follow Us!

Kuasa Hukum Devita: Ini Perkara Perdata, Bukan Pidana, Minta Hakim Alihkan Status Penahanan 

BERITA JAKARTA – Sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan Tas Merk Hermes yang disangkakan kepada terdakwa Davita oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marlinang Samosir dari Kejaksaan tinggi (Kejati) DKI Jakarta di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat mendapat perhatian publik, Selasa (1/9/2015) kemarin.

Sidang yang di Ketuai Majelis hakim Suko Priyono dan dua hakim anggota yakni, Budi, SH dan Yan Manopo, SH dengan agenda keterangan dua orang saksi Abdulah dan saksi Made yang dihadirkan oleh Jaksa diruang persidangan tidak ada relefansinya sama sekali dengan kasus yang menjerat Devita.

Kuasa Hukum Davita, H. Anda Hakim, SH usai sidang mengatakan kepada awak media, setelah kita lihat dipersidangan tadi saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa, tidak ada relevansinya dalam perkara ini, karena inikan tentang jual beli tas itu kan perjanjian yang mana dikatagorikan sebagai perkara perdata, kenapa kasus ini dipaksakan ke pidana,” ujarnya kepada Beritaekspres.com, Selasa (1/9).

Menurutnya, surat dakwaan Jaksa yang menjerat klein saya dengan pasal 378 dan 372 itu salah kemudian tentang putusan sela oleh hakim itu juga sangat mengecewakan kami sebagai penasehat hukumnya, sedangkan ini kan kejadiannya di Medan seharusnya disidangkan di Medan bukan disidangkan di Jakarta,” katanya.

Kalau kuasa hukum tuhan diwakili Hakim lanjutnya, hakim yang tercinta kita ini, kalau tidak memperhatikan dan tidak menyimak, proses sidang pada hari ini alangkah sedihnya pencari keadilan di Negeri tercinta ini, mudah mudahan  tuhan melindungi klein kami yang baru melahirkan anak itu harus dipenjara  dimana rasa keadilan dan hati nurani bagi penegak hukum, karena ini perkara tidak ada yang dirugikan.

Ditambahkannya Jaksa serakah menghadirkan saksi sampai tiga kali sidang dan kita akan minta kepada hakim agar klein kami segera dialihkan penahanannya,” ucapnya. Sementara itu, pihak pelapor ketika diminta komentarnya oleh awak media tidak bersedia  (Bambang Swantoro)

Comments

comments