Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Desember 12, 2019
Halaman Home » Pilihan Redaksi » Pinjam Duit Rp300 Ribu Dengan Bank Keliling, Nyawa Nesih Melayang Ditangan Debt Collector
  • Follow Us!

Pinjam Duit Rp300 Ribu Dengan Bank Keliling, Nyawa Nesih Melayang Ditangan Debt Collector 

BERITA BEKASI – Suasana rumah duka kediaman Nemit ayah Nesih Fufilawati binti Nemit (38) tampak mengharu biru. Saat mobil ambulans mulai memasuki pemukiman di Kampung Kebantenan di Jalan Durian II RT05/RW10, Kelurahan Jatiasih, Bekasi sekitar pukul 14.30 WIB tampak memilukan. Pasalnya suami Nesih tampak masih belum ikhlas atas kepergian istri tercintanya, duka tampak masih tergambar di wajahnya, butiran air bening pun tak kuasa dibendung, menetes di pipi, mengiringi kepergian Nesih istrinya.

Jenazah Nesih sempat dibawa ke RSCM Jakarta untuk otopsi, dengan tujuan perkembangan penyidikan. Tampak beberapa orang sempat menggotong keranda jenazah Nesih wanita yang telah memiliki 2 anak untuk dibawa ke dalam. Setelah disholatkan di sebuah masjid terdekat jenazah Nesih langsung dimakamkan di TPU tak jauh dari rumahnya.

Ratih

Ratih

“Saya sangat sedih dan kehilangan atas meninggalnya anak saya. Saya tidak menyangka akan begini, yang jelas si pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat kejadian itu, saya memang tidak tahu kejadian persisnya, yang paham banget si Ratih,” ujarnya kepada Beritaekspres.com, Senin (31/8/2015).

Sementara itu keluarga korban sekaligus saksi mata Ratih mengatakan sangat berduka dengan meninggalnya Nesih di tangan kolektor bank keliling. “Yang saya tahu mereka cek-cok mulut di lokasi dekat warung. Sebetulnya Nesih pinjam Rp300 ribu dan sudah dibayar 8 kali dan sehari Rp 15 ribu,” terang Ratih.

Menurut kesaksian Ratih, Nesih sempat dicekik dan dijatuhkan dan lalu diinjak. Nggak lama kemudian si korban dibawa ke rumah sakit Husada dan di rumah sakit tidak bisa ditangani akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur tapi karena parah tidak tertolong, tapi sempat dirawat selama beberapa hari, hingga ajal menjemput Nesih,” ungkapnya sedih.Y2

Masih kata Ratih, pelakunya satu orang dan orang disini biasa memanggilnya Alex Marbun sedang pengawasnya namanya Idris. Kejadian sebetulnya hari Selasa (25/8) dan sempat dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati tapi karena parah ya hari ini meningal dunia. Dan tadi pagi sudah dibawa ke rumah tapi setelah itu siangnya dibawa ke RSCM Jakarta,” kata Ratih saat berbincang dengan Beritaekspres.com, di rumah duka pada Senin (31/8).

Yona

Yona

Sementara itu Yona seorang pemilik warung yang menyaksikan perseteruan antara Nesih dan pelaku, bahwa ia tahu betul saat mereka cek-cok. “Saya saat itu sedang jualan dan melihat korban dan pelaku cek-cok mulut. Setahu saya Nesih yang punya utang tanggal 1 mau dilunasi tapi kayaknya bank harian maksa gitu nggak mau tahu dan terjadilah pertengkaran mulut. Dan bank keliling ngotot aja makanya Nesih kesel sempat melempar botol seperti aqua tapi agaknya si kolektor itu tidak terima dan langsung memegang Nesih dan mencekiknya dan dijatuhkan sampai kepalanya membentur di aspal.

Kejadiannya begitu cepat kata Yona yang melihat jelas kejadian itu. Sepertinyan kepalanya kena pak, dan ditolong warga langsung dibawa ke RS Husada setelah saudaranya datang. Nah pelakunya entah ke mana. Malah setelah korban dibawa ke rumah sakit bank keliling datang lagi dan mereka berdua sama pengawasnya dan temannya itu bertato datang lagi dan pergi. Karena siang sepi jadi kayaknya nggak banyak orang,” urainya.          

Y6Sementara itu Nipam pemilik rumah RT05/RW10 No. 46 mengatakan awalnya tidak tahu persis tapi pas si Nesih dijatuhkan si bank keliling sempat tahu. “Nggak tahu awalnya karena nolongin saat jatuh dan langsung dibawa ke dalam dalam kondisi masih seger belum meninggal,” tukas Nipam pemilik rumah yang dijadikan pembantaian Nesih oleh kolektor bank keliling alias bank PLECIT.

Di depan rumah saya ini si Nesih dicekik dan dijatuhkan di aspal dan kepalanya sempat dibenturkan ke aspal setelah itu sempat diinjak pula. Mereka datang sekitar jam 13-an dan setahu saya namanya Alex Marbun asal Batak.

Sementara itu AKP Siswo selaku Humas Polresta Bekasi Kota memberikan keterangan bahwa tersangka masih dalam pengejaran dan belum ditangkap. “Ya memang telah terjadi penganiayaan berat hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia. Dan pelakunya hingga saat ini masih dalam pengejaran, dan petugas sedang disebar untuk melacak keberadaan pelaku,” tandasnya. (Tejo Nagasakti)

Comments

comments