Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Desember 12, 2019
Halaman Home » Pilihan Redaksi » Kejari Baru Kota Bekasi, Catharina Muliana Girsang Janji Bakal Ungkap Korupsi Sebelum Akhir Tahun
  • Follow Us!

Kejari Baru Kota Bekasi, Catharina Muliana Girsang Janji Bakal Ungkap Korupsi Sebelum Akhir Tahun 

BERITA BEKASI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi telah menyelamatkan uang Negara sebanyak Rp1,87 miliar dari sekitar 10 kasus korupsi yang ditangani. Uang tersebut berasal dari uang pengganti, uang denda, serta uang pengembalian di tingkat penyidikan dan penuntutan kasus selama periode kepemimpinan Enen Saribanon sebagai Kepala Kejari Bekasi.

“Total ada Rp 1.876.317.717,75 uang yang dikembalikan ke Negara. Pengembalian uang terbanyak Rp 1.041.600.000 dari kasus tindak pidana korupsi penyaluran honor Satuan Perlindungan Masyarakat di Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi pada 2014 atas nama Drs. Henry Malino Samosir,” ujar Enen Saribanon yang kini menjabat Asisten Bidang Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Senin (31/8/2015).

Rincian uang Negara yang berhasil diselamatkan antara lain, pengembalian uang pengganti sebesar Rp 475 juta yang berasal dari empat perkara korupsi. Pengembalian uang denda sebesar Rp 210 juta yang berasal dari empat perkara. Pengembalian uang di tingkat penyidikan perkara sebanyak Rp1,04 miliar yang berasal dari satu perkara yakni penyaluran honor Limnas Satpol PP Kota Bekasi serta pengembalian uang di tingkat penuntutan perkara sebesar Rp 151 juta yang berasal dari satu perkara yakni pengadaan software komputer di Bagian Telematika Setda Kota Bekasi.

Dia mengatakan, selain itu Kejari Bekasi telah meningkatkan perkara dari tahap penyidikan menjadi tahap penuntutan perkara sebanyak 15 kasus.

IMG_3305Diketahui, Enen Saribanon menjabat sebagai Kepala Kejari Bekasi sejak 19 September 2013 hingga 27 Agustus 2015. Selama periode itu, ada 22 orang termasuk pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, yang yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi serta satu orang tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) yakni Gatot Sutejo. Dirinya menjadi DPO Kejari Bekasi dalam kasus penjualan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sumurbatu.

Sementara itu, Kepala Kejari Bekasi yang baru, Catharina Muliana Girsang, mengatakan dirinya akan melanjutkan kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani maupun perkara korupsi yang belum ditingkatkan ke tahap penyidikan. “Prioritas kami, penanganan kasus yang sudah berjalan akan dilanjutkan maupun perkara lainnya,” tegas Catharina Girsang.

Mantan Kepala Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, menegaskan akan mempertahankan prestasi yang telah dilakukan oleh Enen Saribanon dalam memberantas kasus korupsi di Kota Bekasi. “Saya baru hari ini (Senin, 31/8), berkantor di Kejaksaan Negeri Bekasi, masih perlu mempelajari perkara yang ditangani disini,” katanya.

Menurut Chatarina, 10 tahun yang lampau dirinya memang berkantor di Kejari Bekasi dan kini kembali lagi dengan posisi baru sebagai Kepala Kejari Bekasi. Namun demikian dirinya berupaya akan menyelesaikan seluruh kasus yang dalam tahap penyelidikan dan penyidikan tuntas sebelum akhir tahun. “Setelah 10 tahun ditinggalkan, kini kembali lagi. Bagi saya, menjadi pemicu dalam mempertahankan keberhasilan Ibu Enen selama bertugas di Kejaksaan Negeri Bekasi,” imbuhnya.

Dirinya berharap Pemkot Bekasi lebih kepada pencegahan tindak pidan korupsi dalam proses Pemerintahan yang mana korupsi itu sangat merugikan masyarakat. “Secara umum dan nasional itukan mengganggu perekonomian, tapi bagi kami, bila sisi pencegahan sudah dilakukan dan tidak digubris juga maka kami akan lakukan penindakan,” katanya.

Tergetnya kata dia, setiap adanya laporan dan peran serta masyarakat dapat bekerjsama mulai dari pencegahan hingga dapat menyampaikan laporannya dengan bukti-bukti yang ada maka akan ditindaklanjuti. “Kami tentunya akan bekerja secara profesional dan proforsional terdahap bukti-bukti yang disampaikan oleh masyarakat,” terangnya.

Dirinya mengaku optimis dalam pengungkapan kasus-kasus korupsi di Kota Bekasi yang menurutnya dia hanya tinggal meneruskan saja apa yang sudah berjalan baik tahap penyelidikan dan penuntutan dimasa Kejari sebelumnya.  “Termasuk kasus-kasus yang sudah cukup alat bukti untuk ditingkatkan statusnya, seperti yang masih tahap penyelidikan ditingkatkan ketahap penyidikan,” pungkasnya.  (Dendi)

Comments

comments