Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Desember 14, 2019
Halaman Home » Megapolitan » Dianggap Bertentangan Dengan Pergub, Kantor Kelurahan Pademangan Barat di Demo Warga
  • Follow Us!

Dianggap Bertentangan Dengan Pergub, Kantor Kelurahan Pademangan Barat di Demo Warga 

BERITA JAKARTA – Pemekaran Wilayah serta pembentukan Rukun Warga (RW) diwilayah Pedemanga Barat, Jakarta Utara yakni RW 016 Keluraha Pademangan Barat, dinilai cacat secara hukum, karena tidak sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 168/2014. Selain itu, ada indikasi dipaksakan agar tetap terbentuk kepengurusan Rukun Warga Baru di wilayah tersebut, Senin (31/8/2015).

Pemekaran wilayah serta membentuk kepengurusan Rukun Warga baru, seharusnya mempunyai sedikitnya 8 RT dan Maksimal 16 RT serta minimal 80 Kepala Keluarga (KK) dan maksimal 180 KK. “Acuan Pergub DKI No.168 Tahun 2014 yang telah diundangkan sejak 6 November 2014 disana sudah jelas aturannya,” ujar Drs.H Tatang Isya Iskandar selaku Pengamat Kebijakan Pemda DKI Jakarta yang juga Mantan Kakanwil Deppen Kalbar kepada Beritaekspres.com, Senin (31/8)

Hal senada juga dikatakan pengamat Budaya DKI Jakarta H Abu Galih yang mengatakan, tujuan Gubernur dengan Pergub 168/2014 adalah untuk merampingkan organisasi ditingkat RT dan RW. “Seharusnya Pergub DKI No.168 Tahun 2014 menjadi pedoman bagi pengurus RT dan RW serta menjadi tolak ukur kinerja Para Lurah DKI diwilayah DKI Jakarta,” terangnya.

Sementara, Ketua RW011, Andi Pane mengatakan, indikasi dipaksakan karena pembentukan Rukun Warga 016 tersebut tidak sportif dengan cara mengambil paksa dua wilayah Rukun Warga 011 yang notabene masih satu peta diwilayah Rukun Warga 011, Kelurahan Pademangan Barat hingga saat ini,” tegasnya.

Pengambilan kedua peta wilayah tersebut lanjutnya, guna untuk memenuhi kuota agar menjadi 8 RT dan dapat terbentuknya Rukun Warga baru,yang sebelumnya cuma mempunyai 6 RT di wilayah yang akan di bentuk Rukun Warga 016 itu, tanpa adanya musawarah Mufakat antara kedua pengurus wilayah dan bakal calon pengurus wilayah tersebut,” ungkapnya.

Masih kata Andi, guna untuk mendapatkan kesepakatan bersama, alhasil Ketua Rukun Warga dan tokoh masyarakat wilayah RW 011 pun menjadi marah, karena wilayahnya merasa di zholimi, hingga timbul demo warga dan para tokoh masyarakat serta pemuda. Demonstrasi pun berjalan dengan tertib dan damai di depan Kantor Lurah Pademangan Barat,” imbuhnya.

Ditandaskan Andi Pane selaku Ketua Rukun Warga 011 menegaskan, apabila aksi demo tertib dan damai tersebut tidak mendapat Respon Dari Lurah Pademangan Barat, ia pun akan terus berjuang dan bila perlu melalui Kuasa Hukum yang terbentuk dalam TIM Advokasi RW011 yakni, Oslan Edward Hutahayan SH, Yayat Ruhiatna SH dan Tarsisius Teren Utomo Maring SH yang akan menggugat secara Pidana, Perdata dan TUN, guna untuk mengambil kembali kedua wilayah Tersebut yang menjadi Hak Rukun Warga 011 Sejak Dahulu.

Diketahui, dalam demo warga tersebut, menuntut Lurah Pademangan Barat untuk, Satu, mencabut SK Lurah Pademangan Barat No 40 tentang pembentukan RT07 dan RT08 yang berada di wilayah teretorial RW 011 Kelurahan Pademangan Barat, Kedua Bubarkan RW016 yang tidak menuhi syarat atau menyalahi Pergub DKI Jakarta No.168 Tahun 2014 tentang Pembentukan Suatu Kepengurusan Rukun Warga. (Boy/Black)

Comments

comments