Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Januari 18, 2019
Halaman Home » Lifestyle » Hadi Suwarno, Dari Motor Tua dan Debu Jalanan Untuk Menuju Kesuksesan
  • Follow Us!

Hadi Suwarno, Dari Motor Tua dan Debu Jalanan Untuk Menuju Kesuksesan 

“Awalnya Saya Hanya Menggunakan Motor Tua Untuk Mengantar Kiriman Barang, Tapi Lambat Laun Saya Sudah Memiliki 250 Unit Mobil Ekspedisi”

HADI SUWARNO – Berawal dari semangat untuk bangkit dari himpitan dan kebutuhan ekonomi, pria yang dulunya berprofesi sebagai guru di sekolah, akhirnya kini sukses menjadi milyarder sebuah perusahaan jasa pengiriman barang atau cargo.

Siapa yang tidak menyangka pada nasib Hadi Suwarno (44), lelaki yang semulanya mengais rezeki hanya bermodalkan sepeda motor tua, namun kini sukses menjadi orang nomor satu di perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang, yaitu PT. Girimoko Andalan Putra (GAP).

Niat kerasnya ingin mengubah nasib, Hadi sapaan akrabnya, pada tahun 2001 membulatkan diri meninggalkan profesinya sebagai guru. Lantas ia pun bekerja pada sebuah perusahaan jasa pengiriman barang. Namun seiring waktu memasuki usia kerja 2 tahun, Hadi tidak merasakan adanya perbaikan ekonomi pada dirinya. Sehingga, pada 2003 ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut.IMG-20150828-WA0001

Bermodalkan pengalaman didapatnya semasa bekerja, Hadi akhirnya nekad merintis usaha sendiri, yakni membuka jasa pengiriman barang sendiri di tahun yang sama.

“Saya memberanikan diri untuk hijrah dari seorang pengajar menjadi karyawan di perusahaan jasa pengiriman barang. Tapi pada waktu itu, nasib saya belum berubah sehingga saya juga memutuskan untuk keluar dari perusahaan itu, dan merintis usaha sendiri,” jelasnya ketika berbincang santai dengan Beritaekspres.com, Jumat (28/8/2015).

Ia pun menceritakan, awal mula dalam menjalani usahanya itu hanya dengan menggunakan sepeda motor tua yang kecepatannya tidak lebih dari 60 km/jam. Namun ia mampu membuktikan kepada kliennya bahwa barang yang dititipkan selalu sampai tepat waktu ke tempat yang dituju. Meskipun debu menjadi teman sejatinya dijalanan.

Dari kepercayaan yang dijaga, Hadi pun semakin banyak mendapat job pengiriman barang, bahkan sebuah perusahaan besar seperti Yamaha memintanya bekerjasama untuk mengirim barang ke beberapa daerah.

“Peluang besar ketika saya mendapat job dari Yamaha. Terbesit kegelisahan bahwa saya tidak mungkin bisa bekerjasama dengan perusahaan besar itu, karena saya tidak memiliki armada yang memadai untuk mengirim barang ke luar daerah. Tapi karena niat yang bulat job tersebut saya ambil,” terang Hadi seketika ia memberanikan diri mengantarkan barang dengan menggunakan mobil sewaan. Namun pada 2005, ia memutuskan untuk kredit mobil sendiri.

Seiring waktu berjalan,dari omsetnya yang semula hanya berkisar Rp1 juta, kini ia mampu menembus pendapatan mencapai Rp250 milyar. Dari 1 unit motor tua menjadi 290 unit mobil berbagai jenis, seperti pick up, truck, mini bus dan kontainer. Bahkan yang paling spektakuler, PT Girimoko Andalan Putra, menjadi salah satu perusahaan cargo terbaik di Indonesia dan membawahi jasa pengiriman JNE dan TIKI.

“Waktu telah membuktikan bahwa kerja keras selama ini telah membuahkan hasil yang positif,” pungkas Direktur yang kini memiliki 260 orang pegawai.  (Lam)

Comments

comments