Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Januari 24, 2020
Halaman Home » Megapolitan » Sering Dapat Tekanan Dari Oknum Aparat dan Preman, Panti Sosial Rehabilitasi WTS Adakan Penyuluhan Hukum
  • Follow Us!

Sering Dapat Tekanan Dari Oknum Aparat dan Preman, Panti Sosial Rehabilitasi WTS Adakan Penyuluhan Hukum 

BERITA JAKARTA – Panti Sosial Karya Wanita Mulya Jaya, Jakarta Timur, menerima penyuluhan dan pelatihan dari Yayasan Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusi (PAHAM) Indonesia berupa Undang-undang No.11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial beserta Peraturan Menteri dan Peraturan Pemerintah terkait Peraturan tentang Rehabilitasi warga masyarakat bermasalah secara sosial serta Skill bagaimana menghadapi oknum pihak ketiga yang sering memaksa agar para Wanita Tuna Susila (WTS) keluar lebih cepat dari seharusnya, Rabu (26/8/2015).

Para petugas panti sering mendapat tekanan dari oknum pihak ketiga yang memiliki kepentingan ekonomis terhadap “Penerima Manfaat” atau mantan WTS Binaan panti dengan berbagai alasan bahkan tak jarang dengan intimidasi dengan menakut-nakuti petugas Panti sebagai pihak yang telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Panti yang khusus merehabilitasi mantan Wanita Tuna Susila (WTS) ini memiliki personil sekitar 60 orang yang terdiri dari Psikolog, Bidang Hukum dan Advokasi, dan Pekerja sosial yang sehari-hari mendampingi para mantan WTS menjalani proses rehabilitasi.

Setiap tahun tak kurang dari 160 orang mantan WTS dibina dan direhabilitasi di Panti Sosial Karya Wanita Mulya Jaya yang beralamat di  Jalan Tat Twam Asi  Kampung Gedong Pasar Rebo Jakarta Timur itu, dengan masa rehabilitasi selama 6 bulan dan dibuat dua angkatan dalam setahun.

Penyuluhan dan pelatihan yang bertema “Penegakkan Aturan Dan Hukum Bagi Penerima Manfaat Dilingkungan Panti Sosial” ini disampaikan oleh para Advokat dan Pegiat hukum dan HAM dari PAHAM Indonesia yaitu, Basrizal, Ahmad Kamaludin dan Ismail Nganggon. Hadir juga membuka acara tersebut kepala panti, Drs. M. Ali Samantha, MM, yang dalam sambutan menyampaikan terima kasih pada PAHAM Indonesia dan berharap dapat menjadi saudara didalam proses rehabilitasi mantan WTS kembali ke jalan yang benar.

Pada kesempatan sesi tanya jawab, salah seorang Pekerja sosial, Ibu Yeni menyampaikan harapan kepada PAHAM Indonesia agar mau memback-up para pekerja sosial dalam menjalankan tugas negara didalam mengembalikan kesadaran para mantan WTS untuk kembali kejalan yang benar.

Mengenai itu, Basrizal, menanggapi dengan menyampaikan bahwa sudah sewajarnya sebagai tetangga memberikan rasa aman dan nyaman kepada tetangganya, karena kebetulan Sekretariat PAHAM Indonesia dengan Panti berdekatan, dan harapan tersebut akan disampaikan kepada Badan Pengurus Harian PAHAM Indonesia.

Sebagai penutup Basrizal juga mengucapkan terima kasih kepada segenap pengurus panti, dan menyampaikan ma’af jika pada kesempatan itu belum dapat memberikan solusi secara langsung berupa Advokasi, tetapi memberi keyakinan kedepan akan siap bekerjasama.  (Basan)

Comments

comments