Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, November 19, 2019
Halaman Home » Kriminal » Demi Ngobati Anak Terkena Hidrochepalus, Nekat Jadi Kurir Shabu, Berakhir Diteralis Besi
  • Follow Us!

Demi Ngobati Anak Terkena Hidrochepalus, Nekat Jadi Kurir Shabu, Berakhir Diteralis Besi 

BERITA JAKARTA – Berupaya untuk kesembuhan anaknya yang menderita Hidrocepalus (kepala membesar) seorang ayah menjadi kurir shabu. Harapannya untuk mendapatkan upah sebesar Rp60 juta, yang rencananya untuk biaya operasi, kandas karena bapak satu anak ini ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN).

Inilah yang dilakukan IS (32), setelah sebelumnya bermimpi anak pertamanya yang berusia 11 bulan bisa sembuh. Pria ini ditangkap di kamar indekos miliknya yang ada di Gang Fatahilah, Kampung Tengah, Kramatjati, Jakarta Timur. Dari tangan pelaku, petugas menyita shabu seberat 2,1 kilogram.

Sambil sedikit menangis, IS menceritakan permasalahan yang dihadapinya. Ia mengaku terpaksa menempuh jalur singkat itu agar bisa melihat anaknya sembuh dari penyakit yang dideritanya. “Karena saya butuh uang akhirnya saya mau,” katanya saat pres rilis di kantor BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (19/8/2015).

Menurutnya, ia langsung begitu rekannya RJ (masih DPO) menyuruhnya untuk melakukan pengiriman narkotika. Disitu, IS dijanjikan dengan upah Rp60 juta bila bisa mengantarkan barang haram itu ke pemesannya. “Kemarin saya cuma tergiur upah yang dijanjikan saja. Tidak memikirkan resiko yang akan diterima,” tuturnya.

Kala itu, lanjut IS, dirinya hanya diperintah RJ untuk mengambil barang di sebuah rumah kos. Dari situ, instruksi selanjutnya baru akan didapatkan bapak satu anak ini untuk perkembangan selanjutnya. “Namun belum sampai keluar kamar kost, saya sudah ditangkap,” ujarnya.

IS sendiri mengaku, aksi yang dilakukannya itu baru dilakukan pertama kali. Namun, belum sempat menikmati hasilnya, pria asal Jawa Barat ini ditangkap petugas. “Sekarang yang terbayang-bayang muka anak saya terus,” katanya lirih.

Sementara itu, Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi mengatakan, saat penggerebekan dilakukan, IS tidak berada di kamarnya. Petugas pun memantau hingga delapan jam baru IS kembali dan langsung dibekuk petugas. “IS mengaku disuruh bosnya berinisial RJ yang masih DPO untuk mencari indekos sebagai tempat menyimpan sabu,” katanya.

Menurutnya, shabu yang sudah dikemas dalam 10 paket 100 gram itu, akan dijual dengan sistem ‘tempel’ atau taruh ditempat yang sudah ditentukan. Kemudian narkotika itu ditinggal untuk diambil langsung oleh kurir lainnya. “Dari pemeriksaan awal, shabu tersebut diduga berasal dari Tiongkok lantaran dibungkus dengan kemasan teh hijau khas Tiongkok,” ungkapnya.

Saat ini, IS sendiri harus mendekam diruang tahanan BNN atas perbuatan yang dilakukannya. IS juga akan dikenakan pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 Jo pasal 131 ayat 1 dengan ancaman maksimal hukuman mati. (Thioman)

Comments

comments