Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, September 19, 2019
Halaman Home » Entertainment » Hari Ini, Komunitas Pencinta atau Fans Ebit G Ade, Gelar Halal Bi Halal di TMII Jakarta Timur
  • Follow Us!

Hari Ini, Komunitas Pencinta atau Fans Ebit G Ade, Gelar Halal Bi Halal di TMII Jakarta Timur 

BERITA JAKARTA – Hari ini, komunitas pencinta musisi Ebit G Ade berkumpul dan menggelar acara “Halal Bi Halal” dianjungan Provinsi Riau di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jalan TMII, Cipayung, Jakarta Timur, mulai Pukul 14.00-21.30 WIB. Setiap kelompok musik umumnya punya sebutan unik untuk penggemar fanatiknya. Slank misalnya punya Slankers, Dewa digandrungi Baladewa, dan KLa-Project dikagumi Klanis. Namun, basis penggemar itu hanya terdiri dari kumpulan fans kelompok musik tersebut.

Berbeda dengan para anggota komunitas yang mengidolakan musisi Ebiet G Ade. Tak hanya sekadar penggemar, mereka juga mengukuhkan dirinya selaku apresiator lagu-lagu Ebiet G Ade. Itu karena lirik-lirik Ebiet memang sudah terkenal memiliki makna yang dalam dan dapat menggungah perasaan bagi para pendengar atau penikmat music yang seakan mengajak berdialog.

001Komunitas itu, antara lain sudah terbentuk mulai dari daerah Kabupaten Sragen dan Purwokerto, serta Kota Medan, Banjarmasin, Mataram, Kota Bekasi dan Bandung dengan nama-nama berbeda-beda. Di Bandung misalnya, Komunitas Apresiator Ebiet G Ade (Kaega) Bandung Raya yang terbentuk pada 8 Mei 2009 lalu.

Tema lagu Ebiet lengkap, mencakup semua aspek kehidupan mulai dari lantunan berlirik korupsi, lingkungan, hingga kasih sayang dengan lirik yang padat dan berbobot. lagu-lagu Ebiet yang kerap diputar untuk mengiringi tayangan mengenai bencana di televisi. “Saya pikir, lagu, melodi, dan liriknya lain. Pada album-album berikut, Ebiet pun tetap konsisten dengan aliran musiknya,” ujar Agus Budiono pengemar berat lirik-lirik lagu Ebit G Ade yang juga sebagai Ketua Forum Wartawan Pemantau Peradilan (Forwara) Bekasi ketika berbincang dengan Beritaekspres.com, Sabtu (15/8/2015).1016552_10151923608940101_488297150_n

Menurut Agus, bila mendengar lagu-lagu Ebiet G Ade, terutama karya yang bertemakan religi, mampu membuat perasaan bergetar. Saat ini, jumlah anggota, tak hanya di Kota Bandung, mereka juga berasal dari daerah-daerah sekitarnya seperti Kota Bekasi, Kota Cimahi dan Kota Bandung hingga Kabupaten, Jawa Barat. “Lagu Ebit G Ade bisa bisa membuat kita bergetar mendengarnya seakan mau mengajak berdialog dan memberikan inspirasi yang positif. Sejak SMA tahun 1985 saya sudah mulai menyukai lirik-lirik lagunya hingga saat ini,” tandasnya.    

Sekedar mengetahui, Ebiet G. Ade lahir di Wanadadi, BanjarnegaraJawa Tengah21 April 1954, umur 61 tahun adalah seorang penyanyi dan berkewarganegaraan Indonesia. Ebiet dikenal dengan lagu-lagunya yang bertemakan alam dan duka derita kelompok tersisih. Lewat lagu-lagunya yang ber-genre balada, pada awal kariernya, ia memotret suasana kehidupan Indonesia pada akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Tema lagunya beragam, tidak hanya tentang cinta, tetap ada juga lagu-lagu bertemakan alam, sosial-politik, bencana, religius, keluarga, dll.

Sentuhan musiknya sempat mendorong pembaruan pada dunia musik pop Indonesia. Semua lagu ditulisnya sendiri, ia tidak pernah menyanyikan lagu yang diciptakan orang lain, kecuali lagu Surat dari Desa yang ditulis oleh Oding Arnaldi dan Mengarungi Keberkahan Tuhan yang ditulis bersama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).  (Azizah Zuhriyah)

Comments

comments