Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, November 18, 2019
Halaman Home » Pendidikan » Gara-Gara Jadwal Piket, Lima Siswa SDN 13 Rawabadak Jakut, Alami Kekerasan Oknum Guru
  • Follow Us!

Gara-Gara Jadwal Piket, Lima Siswa SDN 13 Rawabadak Jakut, Alami Kekerasan Oknum Guru 

BERITA JAKARTA – Lagi, dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ulah oknum guru yang tempramental dan arogan terhadap siswa. Siti Aisyah, salah satu oknum guru yang mengajar di SDN 13 Rawabadak Utara, Kecamatan Koja Jakarta Utara yang semestinya memberikan bimbingan, kini berubah menjadi momok yang menakutkan, sehingga membuat para siswa takut untuk masuk sekolah.

Peristiwa itu bermula, dari persoalan piket kebersihan, Senin (4/6/2015), lima siswa yakni, ITN (11), DNS (12), BCT (11), IBN (11) dan DMS (11) yang duduk dibangku Kelas V tiba-tiba dipanggil dan disuruh berbaris untuk mendapatkan hukuman, karena tidak melakukan piket kebersihan. Setelah berbaris, tak disangka, Siti Aisyah langsung memukul kaki kelima siswa tersebut menggunakan kayu, hingga kelima korban mengalami luka memar dan nyeri ketika disentuh.

Kelima siswa yang mendapatkan hukuman pun kaget dan merasa heran kenapa dihukum. Pasalnya, kelima korban mendapatkan jadwal piket itu pada hari Selasa, bukan hari Senin. “Kami tidak piket karena jadwalnya hari Selasa, bukan hari Senin waktu kami mendapatkan hukuman,” ujar ITN (11) sambil menangis ketika ditemui Beritaekspres.com, Kamis (6/8/2015).

Sementara, oknum guru Siti Aisyah ketika disambangi ke sekolahnya tidak berada ditempat. “Bu Siti tidak ada ditempat, dia pergi ke kantor Imigrasi mau mengurus paspor, karena mau pergi umroh,” kata salah seorang staf disekolah yang tidak mau menyebutkan namanya kepada Beritaekspres.com.

Sementara, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 13 Rawabadak Utara, Imron Ali dikatakan sedang mengikuti rapat di Suku Dinas Pendidikan Dasar (Sudin Dikdas) Jakarta Utara. Namun ketika disambangi, tidak ada rapat di Sudin Dikdas.  Merasa dibohongi, Beritaekspres.com, kembali lagi menyambangi Kepala Seksi (Kasie) Dikdas Kecamatan Koja Jakarta Utara, Hasna malah kabur dan pergi menghindar, sehingga tas yang dibawanya tertinggal dimeja kerjanya. (Putra Tobing)

Comments

comments