Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Desember 14, 2019
Halaman Home » Jurnal Warga » Doa dan Dzikir Bersama Untuk Keselamatan Bangsa dan Kerukunan Antar Umat Beragama
  • Follow Us!

Doa dan Dzikir Bersama Untuk Keselamatan Bangsa dan Kerukunan Antar Umat Beragama 

BERITA TEGAL – Peristiwa pembakaran Rumah ibadah, 70 rumah dan kios di Karubaga, Kabupaten Tolikara, yang terjadi pada perayaan Idul Fitri,” beberapa waktu lalu mengundang rasa keprihatinan yang mendalam bagi bangsa Indonsia. tindakan pembakaran seperti itu, baik dilakukan secara sengaja atau tanpa direncanakan, tidak dapat diterima dan dibenarkan oleh setiap orang yang beriman. 

Tradisi atau budaya mengajarkan bahwa orang Papua tidak boleh mengganggu tempat-tempat yang dipandang keramat atau sakral atau suci menurut kepercayaan budaya setempat. Tempat-tempat suci dalam budaya adalah tempat-tempat yang, menurut keyakinan orang setempat, dihuni oleh roh-roh. Apabila mengganggu tempat suci itu, menurut keyakinan orang Papua maka akan ada konsekuensi dalam hidup keluarga dari orang yang mengganggu tempat tersebut. “Konsekuensinya bisa saja para pengganggu jatuh sakit atau salah satu anggota keluarganya meninggal dunia tanpa sakit terlebih dahulu atau terjadi musibah kelaparan.”Dzikir dan Doa Bersama_2

Kejadian pembakaran mushola di Tolikara, merupakan peristiwa pertama kali dalam sejarah Papua di mana sebuah tempat ibadah dibakar. Guna memohon dan Meminta keselamatan Bangsa serta Terciptanya Kerukunan antar umat beragama di Indonesia, Ratusan warga di Kota Tegal, Jawa Tengah, kamis siang (6/8/2015) lalu, menggelar doa dan dzikir bersama. 

Acara doa dan dzikir bersama ini digelar di gedung Al Haromain Kota Tegal, Jawa Tengah. acara di Pimpin langsung oleh Mantan Wakil Walikota Tegal yakni Al Habib Ali Zaenal Abidin Al Attas. Ratusan warga baik pria maupun wanita yang mengikuti gelaran doa dan dzikir bersama ini tampak antusias dan khusuk menjalaninya.

Dzikir, Tahlil dan Tahmid yang berkumandang ini bermaksud untuk memohonkan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar rakyat Indonesia selalu diberikan keselamatan dan juga kerukunan antar umat beragama. Selain hal tersebut, acara ini juga mengandung maksut agar ratusan jamaah haji yang akan berangkat pada september 2015 mendatang diberikan keselamatan dalam perjalanan serta diberikan kemudahan dalam menjalani ibadah di tanah suci. Dalam kesempatan ini para calon jamaah haji juga membagikan 250 paket sembako dan uang saku kepada ratusan tukang becak dan kaum duafa yang ada di kota Tegal.Dzikir dan Doa Bersama_3

Suharjo salah seorang tukang becak, mengatakan, pembagian sejumlah sembako dan uang saku kepada para pengayuh dan kaum duafa ini dirasa sangat membantu meringankan beban kehidupan mereka. sembako dan uang yang didapat akan digunakan untuk makan sekeluarga serta uangnya untuk memenuhi kebutuhan hidup anak dan istrinya dirumah, ujarnya.

Sementara itu Habib Ali Zaenal Abidin Al Attas yang merupakan Mantan Wakil Walikota Tegal yang juga ketua panitia doa dan dzikir bersama mengatakan, Doa dan dzikir bersama ini diharapkan agar terciptanya kerukunan antar umat beragama. dengan kita rukun dan guyub, maka tidak akan pernah ada lagi kerusuhan dan pengrusakan Rumah ibadah seperti yang terjadi di Tolikara Papua.

Sebagai salah satu tokoh agama,  Habib Ali Zaenal Abidin Al Attas mengatakan ada baiknya mendorong polisi untuk melakukan investigasi secepatnya bukan hanya untuk menemukan para pelaku pembakaran tetapi juga menemukan faktor penyebab utama yang memicu pembakaran itu. “Dengan mengetahui faktor penyebabnya, kita bisa mencegah agar hal yang tidak terulang lagi di masa depan. Kami mendorong para pimpinan agama di seluruh Tanah Papua untuk secara bersama memelihara perdamaian di bumi Cenderawasih,” paparnya. (***)

Biro Jawa Tengah : Boy Gunawan Agus Tino

Comments

comments