Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Juli 20, 2019
Halaman Home » Jurnal Warga » Pondok Pasantren Baitul Quran Poasia Kota Kendari Cetak Penghafal Al Quran
  • Follow Us!

Pondok Pasantren Baitul Quran Poasia Kota Kendari Cetak Penghafal Al Quran 

BERITA KENDARI – Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Quran yang terletak di Kecamatan Poasia, Kota Kendari Pimpinan Ustadz H. Nur Alfiq merupakan Ponpes yang mengkhususkan pada pembinaan para santri-santri penghafal Al Quran atau Hafizh Al Quran.

Saat ini, jumlah santrinya berjumlah sekitar 70 orang, baik yang berasal dari Kota Kendari maupun dari berbagai daerah di luar Kendari bahkan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebagian guru dan pengurus Ponpes didatangkan dari Ponpes yang berada di pulau Jawa, seperti dari Subang maupun Banten.

Yang unik dari Ponpes Baitul Quran ini, santri yang mondok dan belajar Al Quran tidak dikenakan biaya alias “gratis”. Untuk biaya operasional Ponpes, menurut Ustadz H. Nur Alfiq, pihaknya selama ini mendapat bantuan sumbangan dari donator yang peduli terhadap pendidikan Islam, khususnya terhadap para penghafal Al Quran, baik bantuan yang datang dari pribadi maupun Instansi seperti Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sultra, Kemenag Kota Kendari maupun bantuan pihak lainnya.

Ustadz H. Nur Alfiq  berkomitmen untuk menjadikan Ponpes Baitul Quran menjadi Pusat Al Quran di Kendari, terutama dalam mencetak penghafal Al Quran.

Prestasi yang telah ditorehkan oleh santri-santri Ponpes Baitul Quran diantaranya meraih juara 2 dalam lomba hafalan Al Quran 30 Juz tingkat Asean tahun 2015 yang digelar di Jakarta, belum lama ini, dan santri peraih prestasi tersebut berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan serta berkesempatan menunaikan ibadah haji yang biayanya ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Dari 70 orang santri, 5 orang diantaranya telah menghafal Al Quran 30 Juz, sedangkan untuk tingkat yang terendah khususnya yang anak-anak, mereka telah sanggup menghafal Al Quran 5 Juz. Selain itu juga santri-santri Ponpes Baitul Quran ikut mewakili Provinsi Sultra dalam ajang STQ Tingkat Nasional yang rencananya dilaksanakan di Jakarta pada bulan Agustus 2015 mendatang. Saat ini, santri-santri tersebut dilatih secara khusus di salah satu Ponpes di Jakarta.

Ponpes Baitul Quran juga turut aktif dalam membina Majelis Taklim pada warga sekitar, kemudian turut dalam membina mantan nara pidana (napi) yang ingin belajar Islam dan Al Quran secara mendalam. Di samping itu juga Ponpes Baitul Quran turut andil dalam menjadikan salah satu Kampung Nelayan di daerah Poasia menjadi percontohan Kampung Al Quran, di mana dalam setiap rumah diupayakan terdapat minimal 1 orang penghafal Al Quran.

Nur Alfiq mengharapkan doa serta dukungan dari masyarakat Kota Kendari agar keberadaan Ponpes Baitul Quran mampu menunjang salah satu program Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, yaitu bebas buta aksara Al Quran serta program Kementerian Agama yakni membumikan Al Quran di tengah masyarakat Islam Kota Kendari. (Bepe)

Comments

comments