Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, April 25, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Soal Pendirian Universitas Internasional, Teten: Presiden Ingin Ajaran Islam Moderat Dijaga
  • Follow Us!

Soal Pendirian Universitas Internasional, Teten: Presiden Ingin Ajaran Islam Moderat Dijaga 

BERITA BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas (Ratas) yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddi, Ketua MUI Din Syamsudin, serta beberapa Rektor Universitas Islam Negeri (UIN), termasuk Rektor UIN Jakarta Prof. Komarudin Hidayat menyampaikan gagasan untuk membangun sebuah perguruan tinggi  (PT)  Islam yang moderat.

“Perguruan tinggi Islam moderat  yang betul betul sebuah universitas yang besar, yang nanti akan menjadi kiblat perguruan tinggi Islam dunia,” kata Presiden Jokowi dalam pengantar ratas yang diselenggarakan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/6/2015) sore.

Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki menjelaskan, Presiden Jokowi ingin agar ajaran Islam yang moderat perlu dijaga, sebab hal ini dapat memunculkan citra Islam di Indonesia yang cinta damai. Sehingga pemikiran bahwa Islam identik dengan terorisme dan anti demokrasi terpatahkan.

“Diharapkan perguruan tinggi Islam moderat yang bertaraf internasional tersebut dapat membuat terobosan dalam pola didiknya dengan materi ajaran tentang nilai-nilai keislaman yang moderat sesuai dengan Pancasila,” papar Teten dalam siaran persnya Jumat (5/6) sore.

Menurut Tim Komunikasi Presiden itu, Presiden Jokowi berharap dengan adanya perguruan tinggi Islam yang bertaraf internasional, maka di kemudian hari, Indonesia mampu melahirkan ilmuwan Islam, seperti Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd, yang pemikiran dan ilmu pengetahuannya diakui dunia sampai saat ini.

Kekuatan Indonesia

Presiden Jokowi  dalam ratas tersebut mengemukakan, bahwa dalam pertemuanya dengan Kepala-Kepala Negara selalu ia menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara Islam terbesar di dunia. “Selalu itu saya awali dengan itu karena menurut saya itu kekuatan kita saat ini dalam geopolitik maupun geoekonomi dunia,” ungkap Jokowi.

Menurut Presiden, negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) sekarang memberikan respek yang sangat besar kepada Indonesia karea kita dianggap sangat rukun, persatuan kita juga sangat bagus meskipun kita beragam agama dan beragam suku, dan juga ada 17.000 pulau.

Oleh karena itu, lanjut Presiden Jokowi, bersama-sama dengan Wapres Jusuf Kalla, ia merasa perlu menggagas mengenai sebuah perguruan tinggi Islam moderat di Indonesia yang betul-betul sebuah universitas yang besar, yang akan menjadi kiblat perguruan tinggi Islam dunia.

“Kalau memang ini disetujui, nanti konsep besarnya seperti apa, kemudian juga lokasinya, segera kita tentukan, dan segera kita putuska, dan tentu saja mengenai pendanaan akan segera kita carikan,” pungkas Presiden Jokowi. (ES)            

Comments

comments