Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Agustus 26, 2019
Halaman Home » Hukum » Soal Kasus Dugaan Korupsi Lahan TPU, Kejari Bekasi: Bakal Menetapkan Tersangka Baru!
  • Follow Us!

Soal Kasus Dugaan Korupsi Lahan TPU, Kejari Bekasi: Bakal Menetapkan Tersangka Baru! 

BERITA BEKASI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi dikabarkan akan menetapkan tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi dalam penyediaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sumur Batu, Bantar Gebang, Kota Bekasi dari pihak pengembang PT. Sentosa Biru Nusa (SBN) yang saat ini masih bergulir pemeriksaan kasusnya oleh penyidik.

Kepada wartawan, Kepala Seksi Intelejend (Kasie intel) Kejari Bekasi, Ade Hermawan mengatakan, proses penyidikan kasus dugaan korupsi lahan TPU yang berada di Komplek Perumahan Bekasi Timur Regency (BTR) masih terus dilakukan. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam waktu dekat terkait proses pengembangan kasus ini.

“Kemungkinan bisa akan ada TSK baru, kita akan buka siapa saja terserah di belakangnya ada siapa, secara yuridis akan kita bongkar otaknya,” ujar Ade, Jumat (29/5/2015) kemaren.

Menurutnya, meskipun ada gugatan Prapradilan dari salah satu yang sudah ditetapkan tersangka yakni, GS namun proses tersebut tidak dapat menghalangi penyidikan dari tim anti korupsi Kejaksaan Negeri Bekasi, untuk terus mengusut otak pelaku dugaan penjualan lokasi lahan TPU tersebut.

Bahkan tegasnya, Kejari Bekasi pekan depan akan kembali melakukan penyitaan lahan perumahan BTR yang sudah dihuni warga, yaitu di Blok V yang di dalamnya terdapat sekitar 200 unit rumah. Penyitaan ini dilakukan karena lahan tersebut merupakan lahan asset milik negara, sehingga untuk mengamankan aset lahan milik negara itu sebagai bukti di pengadilan.

“Pembeli unit rumah di BTR akan tetap dianggap pembeli dan akan menempati tempat itu, sampai status tanah di tentukan Pengadilan dan tanah itu akan di lindungi. Sehingga masyarakat penghuni BTR lima tenang aja, silahkan tempati dan jangan resah,” terangnya.

Obyek lahan yang saat ini sudah ditempati warga tersebut seluas  1,088 Ha. Sementara yang sudah disita beberapa waktu lalu seluas 1,1 Ha yang diduga di dalamnya ada lahan sebesar 5.500 meter, sudah di sulap menjadi lahan TPU oleh salah satu penegembang lain yang seolah-olah merupakan hasil dari ruslah lahan.

Ade yakin ada perbuatan pengalihan lahan TPU ke pengembang lain, sehingga ada perbuatan jahat di dalamnya. Menurutnya, kasus ini bukanlah merupakan Perdata, melainkan pidana lantaran pihak pengembang Villa Mutiara Gading Timur sudah melepaskan hak atas tanahnya untuk negara yang kemudian di bangun perumahan.

“Kita tetapkan tersangka berdasarkan bukti dan saksi, jadi tidak sembarangan,” pungkasnya. (Bayu)

Comments

comments