Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Agustus 21, 2019
Halaman Home » Nasional » Jelang Puasa dan Lebaran, Premium, Solar Tidak Naik, Harga BBM Dievaluasi Per-3 Bulan
  • Follow Us!

Jelang Puasa dan Lebaran, Premium, Solar Tidak Naik, Harga BBM Dievaluasi Per-3 Bulan 

BERITA JAKARTA – Setelah memperhitungkan harga rata-rata minyak dunia sebulan terakhir atau 25 April-24 Mei 2015, Pemerintah menetapkan Harga Jual Eceran BBM Subsidi dan BBM Penugasan tidak naik, Minggu (31/5/2015).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja mengatakan, secara umum harga rata-rata minyak dunia mengalami sedikit peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

Dengan pertimbangan menjaga stabilitas perekonomian nasional serta agar tidak memberatkan masyarakat selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, Pemerintah memutuskan bahwa per tanggal 1 Juni 2015 pukul 00.00 waktu setempat, harga BBM jenis Bensin Premium RON 88 di Wilayah Penugasan Luar Jawa-Madura-Bali tetap Rp 7.300/liter dan jenis Minyak Solar Subsidi Rp 6.900/liter. Harga Minyak Tanah juga dinyatakan tetap yaitu Rp. 2.500/liter (termasuk PPN).

Terpisah, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said memberi sinyal mengubah skema evaluasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari semula sebulan dua kali menjadi tiga bulan sekali.

Sudirman Said mengaku, skema tersebut masih dalam kajian anak buahnya. Karena itu dia tidak mau terburu-buru menerapkannya.

“Pada skema baru ini akan ditetapkan harga BBM yang akan ditetapkan setiap tiga bulan sekali, supaya tidak terjadi guncangan, selama ini tidak ada skemanya,” ujar Sudirman Said di kantornya, Minggu (31/5).

Ada dua hal pokok dalam skema baru ini. Pertama, memperlebar frekuensi waktu evaluasi harga BBM. Kedua mempertimbangkan dana stabilitas BBM.

Dia menjelaskan soal dana stabilitas harga BBM. Dana tersebut diperoleh dari ‘hasil tabungan’ jika seandainya harga minyak turun dan di sisi lain pemerintah tidak menurunkan harga BBM atau tetap menjual BBM di harga batas yang sudah disepakati.

“Jadi disimpan untuk tabungan, kalau lagi rendah ada kontribusi, kalau di atas kita ada kompensasi, kebijakan baru pasti ada pandangan kritik, tapi kita tetap kerjakan,” ungkapnya. (mdk)

Comments

comments