Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Februari 17, 2020
Halaman Home » Hukum » Terdakwa Bunuh Majikan Seorang “Gay” dan Sikat Hartanya, Dituntut 10 Tahun Penjara
  • Follow Us!

Terdakwa Bunuh Majikan Seorang “Gay” dan Sikat Hartanya, Dituntut 10 Tahun Penjara 

BERITA JAKARTA – Guntur Pamungkas alias Donny, pemuda yang menganiaya hingga tewas majikannya yang gay kini hanya bisa meratapi nasibnya. Pemuda berusia 18 tahun ini bakal menerima hukuman yang setimpal setelah Jaksa Guntoro menuntutnya selama 10 tahun penjara.

“Saya hanya membela diri saja, kok, “ ucapnya kepada kuasa hukumnya Rotua MP Sinaga, usai mendengar tuntutan Jaksa, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, kemarin.

“Ya, perbuatan klien saya ini bukan karena direncanakan, tapi karena membela diri,” ucap Rotua pada wartawan setelah Majelis Hakim diketuai Suparjo menunda sidang pekan depan untuk pembelaan.

Dalam tuntutannya disebutkan, perbuatan pemuda yang hanya mengenyam pendidikan di bangku SD kelas V ini dilakukan pada 2 Desember tahun lalu di rumah kost korban, Edi Supriyadi, di Jalan Cempaka Putih Timur 25, No 15. Jakarta Pusat.

“Sebelumnya, terdakwa memasang iklan di internet, kalau dirinya membutuhkan pekerjaan,” ucap Jaksa sambil menyebutkan pada 28 November 2014, korban menghubungi terdakwa untuk memberi pekerjaan sebagai Asisten Rumah Tangga dengan salah satu tugasnya mencuci pakain.

Kepada terdakwa, korban juga mengaku kalau dirinya sebagai seorang gay. Meski hanya dibayar Rp25 ribu sebagai upah mencuci, terdakwa mau saja dipegang-pegang dan dipeluki korban yang sudah berusia sekitar 50 tahun itu. Beberapa hari kemudian, terdakwa disuruh datang lagi ke tempat kost korban untuk berkencan ala gay dan disanggupi terdakwa.

Menurut Jaksa, sebelum kejadian terdakwa diajak kencan. Terdakwa  mengaku tidak ‘nyaman’  hingga membuat dirinya kesal karena dipaksa melayani nafsu korban. Apalagi meski sudah menghindar, korban menyandera terdakwa dengan mengunci  pintu keluar kamar. Walau sudah diperingatkan, tapi tetap saja dilakukan. Terdakwa pun naik pitam lalu mengambil pisau stanliss dan menikam korban.

Dengan beberapa tusukan, korban terjatuh. Ketika bangun kembali, korban balas menusuk hingga terjadi perkelahian. “Setelah korban tak bernyawa, terdakwa mengambil laptop, decoder, modem, handphone, kartu ATM dan uang tunai milik korban,” ucap Jaksa seraya menyebutkan terdakwa lalu kabur pulang kampung ke Tegal dan akhirnya berhasil ditangkap petugas. (Bambang Swantoro)

Comments

comments