Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Desember 9, 2019
Halaman Home » Pilihan Redaksi » Kamis Sore, Presiden Jokowi Juga ‘Groundbreaking’ Pembangunan Jalan Tol Solo – Kertosono
  • Follow Us!

Kamis Sore, Presiden Jokowi Juga ‘Groundbreaking’ Pembangunan Jalan Tol Solo – Kertosono 

BERITA EKSPRES.COM – Seusai melakukan peletakan baru pertama (groundbreaking) pembangunan Jalan tol Trans Sumatera di Lampung Selatan dan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada Kamis (30/4/2015) pagi dan siang, Presiden Joko Widodo akan langsung menuju ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, karena sore ini dijadwalkan untuk melakukan groundbreaking pembangunan Pembangunan Jalan Tol Ruas Solo-Ngawi dan Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono.

Presiden Jokowi dijadwalkan akan tiba sore ini di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia. Selanjutnya, Presiden dan rombongan akan menuju Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dengan berkendara mobil sejauh 22 km.

Di lokasi Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Presiden Jokowi akan melakukangroundbreaking pembangunan Jalan Tol Ruas Solo – Ngawi segmen Solo-Karanganyar Trans Jawa sepanjang 20,90 km, dan groundbreaking Jalan Tol Ngawi – Kertosono di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur segmen Saradan-Kertosono sepanjang 37,50 km.

Kegiatan di Kabupaten Ngawi, itu akan menjadi kegiatan terakhir dari rangkaian kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Lampung, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur pada hari Kamis (30/4) ini.

Trans Jawa

Menurut siaran pers Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (30/4), pembangunan Jalan Tol Ruas Solo-Ngawi dan Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang mempunyai peranan penting dalam menjalankan roda perekonomian yang menghubungkan Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Jawa Timur.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono mengatakan, selain berperan dalam perekonomian, tol tersebut juga memiliki tingkat kelayakan marginal sehingga perlu mendapatkan dukungan Pemerintah untuk meningkatkan kelayakan finansial.

“Dukungan Pemerintah dilaksanakan dalam bentuk pengadaan tanah pada seluruh seksi serta konstruksi sepanjang 20,9 km pada Jalan Tol Ruas Solo-Ngawi (Seksi Colomadu-Karanganyar) dan sepanjang 37,5 km pada Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono (Seksi Saradan-Kertosono),” kata Basuki.

Jalan Tol Ruas Solo-Ngawi dengan panjang total 90,10 km dilaksanakan oleh PT Solo Ngawi Jaya dengan masa konsesi 35 tahun, dan total investasi sebesar Rp 5,14 Triliun. Lokasi Pekerjaan berada di Kabupaten Boyolali, Kabupaten Karanganyar; Kabupaten Sragen, Kabupaten Ngawi.

Adapun Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono total panjang 87,02 km dilaksanakan oleh PT Ngawi Kertosono Jaya dengan masa konsesi 35 tahun, dan binvestasi sebesar Rp 3,83 Triliun. Lokasi jalan tol ini berada di Kabupaten Jombang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngajuk, dan Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur.

Sementara pengadaan tanah pada Jalan Tol Ruas Solo-Ngawi telah mencapai 91,62% dan diharapkan selesai pada tahun ini. Sementara Untuk Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono pengadaan tanah telah mencapai 48,48% dan diharapkan dapat selesai pada akhir Tahun 2016, sehingga pembangunannya selesai seluruhnya pada Tahun 2018.

Pembangunan Jalan Tol Solo-Kertosono diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah dan memberikan manfaat penyerapan tenaga kerja baik selama masa konstruksi maupun setelah beroperasi. (Humas Setkab/ES)

Comments

comments