Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Januari 25, 2020
Halaman Home » Bekasi Kota » Mentor BNN, M. Edi Santosa: Obati Para Pemakai, Hukum Mati Para Bandar Narkoba
  • Follow Us!

Mentor BNN, M. Edi Santosa: Obati Para Pemakai, Hukum Mati Para Bandar Narkoba 

BERITA BEKASI – Sejak Presiden Jokowi menolak memberikan grasi terhadap 64 terpidana mati kasus narkoba, dukungan terus mengalir. BNN pionir P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahguna & Peredaran Gelap Narkoba, red) tampaknya kian antusias mewujudkan janjinya bahwa tahun 2015 Indonesia harus bersih dari penyalahguna narkoba. Sosialisasi terus dilakukan bersama mitra binaan BNN. Kejahatan narkoba telah membunuh 40 hingga 50 orang Indonesia setiap harinya.

Generasi muda harapan bangsa mati sia-sia karena penyalahguna narkoba. Di tengah kondisi bangsa yang tertimpa bencana narkoba, agaknya semua elemen kini telah menyadari pentingnya keperdulian untuk mencegah masuknya narkoba yang mengincar generasi muda kita. Pegiat anti narkoba, M. Edi Santosa berupaya melakukan inovasi untuk membantu tujuan mulia BNN di tahun 2015, dengan blusukan penyuluhan terhadap bahaya dampak kejahatan narkoba.

Selain menyoroti tentang rentannya usia pubertas akan penyalahguna narkoba dan seks bebas, penyuluh P4GN yang tetap konsisten ini juga sempat berargumentasi perihal hukuman yang pantas dan layak bagi bandar narkoba. ”Sebangsa dan setanah air, marilah kita dukung hukum menjadi panglima dan segera laksanakan eksekusi mati bagi para bandar yang telah ditolak grasinya oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Jangan sampai lebih banyak lagi korban mati sia-sia. Dan hilang masa depannya karena perbuatan mereka. Walaupun narkoba sudah merambah ke semua lini dan semua strata, tetapi sasaran utama mereka adalah generasi muda, bilamana suatu negara hilang generasi mudanya, maka negara itu tidak ada generasi penerus, akibatnya negara menjadi lemah dan mudah dikuasai bangsa asing atau musuh, dan bisa terjadi perang modern. Ya Allah, lindungilah negeri & bangsaku agar tetap menjadi negara hukum yang berdaulat,” ujar M. Edi Santosa kepada Beritaekspres.com, Selasa (27/4/2015) kemaren.

Lebih lanjut Edi Santosa mengatakan, bahwa program BNN mencanangkan dekriminalisasi artinya penyalahguna narkoba adalah korban, maka wajib diobati bukan dihukum. Dan, saat sekarang ini BNN melaksanakan gerakan rehabilitasi 100 ribu bagi penyalahguna narkoba, maka mari kita kecilkan hitungan jumlah korban. Dengan direhabilitasi agar pulih, sehingga bilamana tidak ada permintaan maka si bandar akan bangkrut,” imbuhnya.

Saat ditelisik tentang keberadaan pelawak Tessy yang berproses hukum di Pengadilan Negeri Kota Bekasi, perihal dibekuknya dirinya di kawasan Rawabugel, Harapan Mulya, Bekasi Utara atas kepemilikan narkoba, ia pun merespon dengan sigap. “Mengenai Tessy bilamana dia hanya pemakai maka wajib diobati bukan dihukum. Sesungguhnya bukan hanya Tessy saja, tetapi semua warga negara yang menjadi korban, namun harus melalui asesmen wajib lapor dan program rehabilitasi medis oleh BNN,”pungkasnya. (Tejo Nagasakti)    

 

Comments

comments