Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, November 18, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » FSJB Bekasi: Tolak Kriminalisasi Pers dan Pertimbangkan Melapor Pihak Yang Mengancam Kebebasan Pers
  • Follow Us!

FSJB Bekasi: Tolak Kriminalisasi Pers dan Pertimbangkan Melapor Pihak Yang Mengancam Kebebasan Pers 

BERITA BEKASI – Koordinator Forum Solidaritas Jurnalis Bekasi, Zainal Aripin mengatakan, ancaman kemerdekaan pers kian nyata. Jurnalis Radar Bekasi, Rendy Yosetiawan Priogo (27) yang sudah menjadi korban pengeniayaan saat melaksanakan kerja jurnalistik, kini justru dilaporkan balik oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) lokal Partai PAN Bekasi Utara dengan sangkaan pencemaran nama baik, Jumat (10/4/2015).

“Kita mudah membaca, jika pelaporan itu sebagai serangan balik sekaligus tekanan terhadap kebebasan pers. Kama dari itu, kita menolak kriminalisasi terhadap jurnalis. Perlawanan ini perlu dilakukan dengan harapan jangan sampai ada kasus serupa yang menimpa jusnalis baik di Bekasi ataupun daerah lainnya,” ujar Zainal Aripin kepada Beritaekspres.com, Jumat (10/4/2015).

Rendy Yosetiawan Priogo

Rendy Yosetiawan Priogo

Dalam persoalan ini, sambung Zainal mendesak Polres Bekasi Kota bekerja secara professional. Menimbang UU No.40/1999 tentang pers dan nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) antara Dewan Pers dan Polri tahun 2012 tentang koordinasi Dalam Penegakkan Hukum dan Perlindungan Kebebasan Pers maka, kasus yang terkait dengan pemberitaan harus diselesaikan terlebih dahulu dengan Dewan Pers.

“Ada mekanisme hak jawab, koreksi dan lain-lain. Bukan langsung main dipidanakan,” tegasnya.

Menurut Zainal yang juga Pimpinan Redaksi (Pimred) Radar Bekasi ini mengatakan, sebelum atau sesudah kasus kekerasan yang menimpa Rendy, redaksi Radar Bekasi tidak pernah menerima keberatan atau hak jawab secara tertulis atas pemberitaan yang pernah dimuat. Maka dari itu, pelaporan pencemaran nama baik ke Polres Bekasi Kota kita menilai sebagai tindakkan atau langkah yang keliru,” terangnya.

Dengan ini tambah Zainal, FSJB Bekasi menyatakan sikap. Satu, mendesak oknum pengurus DPC dan DPD PAN Kota Bekasi untuk menghentikan kriminalisasi pada kalangan jusnalis. Kedua, dengan mempertimbangkan UU Pers No.40/1999 dan nota kesepahaman (MoU) antara Dewan Pers dan Polri Tahun 2012, meminta Polres Bekasi Kota untuk menghentikan atau tidak memproses laporan balik pencemaran nama baik yang disangkakan terhadap jusnalis Bekasi Rendy Yosetiawan Priogo.

Aksi Demo Wartawan Bekasi Depan Polres Bekasi

Aksi Demo Wartawan Bekasi Depan Polres Bekasi

Ke-tiga, kami meminta kepada Polres Bekasi Kota untuk fokus terhadap kasus utama. Yakni, pengeniayaan terhadap Rendy sekaligus kami meminta aparat kepolisian Bekasi Kota untuk menangkap otak pelaku pengeniayaan dan bukan hanya aktor lapangan saja. Dan ke-empat, kita akan mempertimbangkan melapor balik pada pihak-pihak yang mengancam kebebasan pers,” pungkasnya. (Indra)     

 

Comments

comments