Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Januari 26, 2020
Halaman Home » Bekasi Kota » Soal Penertiban Warem di Jatisampurna, Komisi D DPRD Kota Bekasi, Segera Panggil Dinas Terkait
  • Follow Us!

Soal Penertiban Warem di Jatisampurna, Komisi D DPRD Kota Bekasi, Segera Panggil Dinas Terkait 

BERITA BEKASI – Ketua Komisi D DPRD Kota Bekasi, Nuryadi Darmawan dalam waktu dekat, berjanji akan segera memanggil dinas atau aparatur terkait penertiban warung remang (Warem) yang berlokasi di Jatisampurna, Kota Bekasi.

“Tidak ada alasan dari pihak manapun soal warung remang-remag yang menjual minuman keras. Apalagi menyediakan wanita didalamnya,” ujar Nuryadi kepada Beritaekspres.com melalui telepon selulernya, Minggu (29/3/2015).

Bukan itu saja sambungnya, praktek-praktek massage plus-plus yang ada disekitar Jatisampurna, Kota Bekasi juga semangkin marak, begitu juga dengan mirasnya yang merajalela. Padahal, Peraturan Daerah (Perda) No 17/2009 sudah cukup jelas mengatur, termasuk Keputusan Walikota (Kepwal) yang terakhir dikeluarkan oleh Walikota juga sudah cukup jelas,” terangnya.

Jadi tambah Nung, sapaan akrab politisi dari PDIP Kota Bekasi ini menambahkan, kalo kejadiannya masih seperti ini, itu artinya ada oknum dinas atau aparatur yang masih main-main. “Dalam waktu dekat, semua akan kita panggil ke komisi, agar tidak lagi membuat resah dan merusak akidah serta mental pemuda dan generasi penerus kita,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, penertiban warung remang-remang (warem) dan cape ilegal diwilayah Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi dinilai tidak membuahkan hasil. Pasalnya, pasca penyegelan cafe dan warem di lokalisasi itu, besoknya, buka kembali seperti biasa.

Suasana Malam Hari

Suasana Malam Hari

Anehnya ketika dilakukan operasi didapati warem dan cafe ilegal sudah banyak yang tutup dan tidak didapati satu orangpun wanita penghibur dilokasi penertiban. Hal itu disinyalir para jablay pada mengamankan diri dirumah kontrakan petakan atau kos-kosan.

Sedikitnya sekitar 90an warem dan cafe  ilegal, ketika dilakukan penertiban oleh tim gabungan dari kepolisian, koramil dan Satpol PP Kota Bekasi, beberapa hari yang lalu dinilai tidak maksimal,”kata Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gempal) Kota Bekasi, Ade Muhamad Nur kepada Beritaekspres.com, Minggu (29/3).

Kendati, target penertiban lanjutnya, yang dilakukan beberapa waktu lalu itu meliputi wilayah Kelurahan Jatisampurna dan Kelurahan Jatikarya. Namun, kedua wilayah itu masih dijumpai warem dan cafe ilegal yang masih buka seperti biasanya,” katanya.

Dan kedua wilayah itu, memang merupakan akses strategis berbatasan dengan Jakarta, Kota Depok dan Kabupaten Bogor, sehingga lokalisasi itu ramai dikunjungi pelanggan.

Masih kata Ade, keseriusan dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk menutup lokalisasi diwilayah Kecamatan Jatisampurna setengah hati.
“Kalau pemerintah serius, saya kira tidak ada kendala yang penting ada kesungguhan untuk melakukan tindakan menutup,” tegasnya.

Sebagaimana kita ketahui tambanhnya, sesungguhnya kemaksiatan itu adalah sesat dan menyesatkan, maka oleh sebab itu harus dihentikan dan ditutup karena meresahkan dan merugikan masyarakat,” pungkasnya. (Indra/Dayat)

 

Comments

comments