Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Juli 19, 2019
Halaman Home » Kriminal » Mengandung “Bakteri Coliform” 6 Orang Oprator Pembuat Es Batu Balok di Amankan Polisi
  • Follow Us!

Mengandung “Bakteri Coliform” 6 Orang Oprator Pembuat Es Batu Balok di Amankan Polisi 

BERITA JAKARTA – Pengungkapan ini berawal dari aparat yang menemukan es batu balok di warung milik R di Jalan Setiabudi, Jakarta Selatan pada Rabu (4/3/2015).

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadiningrat, mengatakan aparat mengambil sampel batu es tersebut ke laboratorium pada Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan.

“Dari hasil uji didapatkan keterangan hasil uji laboratorium dijelaskan es batu balok tidak layak untuk konsumsi karena terdapat bakteri Coliform dan apabila dikonsumsi akan mengakibatkan berbagai penyakit,” tutur Kombes Pol Wahyu Hadiningrat kepada Beritaekspres.com di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis(26/3/2015).

Atas dasar uji laboratorium sambungnya, kemudian dilanjutkan penyelidikan ke produsen es balok dari pabrik pengolahan air sebagai bahan baku pembuatan es balok diperoleh keterangan bahwa air sebagai bahan baku diambil dari air anak Kali Malang, Bekasi.

Kombes Pol Wahyu Hadiningrat menjelaskan air ditampung dan diberikan bahan kimia berupa kaporit, soda api, tawas, ANP, dan Anti Foam dari pabrik bahan baku dijelaskan bahwa air tersebut hanya untuk industri bukan untuk dikonsumsi oleh manusia karena berbahaya.

“Air yang sudah bersih dipenampungan air bahan baku es di angkut menggunakan truk tangki dan dibuat untuk bahan baku es balok. Es balok tersebut diproduksi oleh PT EU, Jalan Rawa Galem, Jakarta Timur,” kata dia.

Kombes Pol Wahyu Hadiningrat menambahkan setelah diproduksi dalam jumlah besar es balok tersebut selanjutnya didistribusikan kepada industri dan warung-warung yang selanjutnya es tersebut di konsumsi oleh warga.

Aparat kepolisian telah mengamankan dua orang pelaku, pemilik alat angkut, DDN (55 tahun) dan penanggung jawab pabrik, AL (55 tahun). Para pelaku belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih dilakukan proses penyelidikan.

“Saat ini sedang proses pemeriksaan. Status pelaku belum tersangka. Pemeriksaan mungkin mengarah kepada tersangka. Fakta di lapangan sudah ditemukan perkara ini,” tambahnya.

Sejauh ini, aparat kepolisian sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 10 orang saksi terdiri dari pegawai PT EU, warga pemilik warung, dan saksi ahli.

Aparat kepolisian menyita barang bukti berupa, tiga unit kendaraan truk sebagai alat angkut, 116 balok es yang sudah disisihkan, tiga alat cetak batu es, amoniak, bahan kimia, dan buku mutasi keluar masuk DO dan DO mobil tangki.

Apabila terbukti, maka para pelaku dapat disangkakan pasal 94 (3) pasal 45 (3) Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, ancaman tiga tahun penjara dan denda Rp 500 juta, pasal 62 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, ancaman lima tahun denda Rp 2 miliar, dan pasal 135, pasal 140 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, ancaman dua tahun denda maksimal Rp 4 miliar. (Yon)

 

 

Comments

comments