Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Desember 8, 2019
Halaman Home » Profil » Menjabat Struktural di Kemendikbud, Prof Syawal Gultom Tak Layak Jadi Rektor Unimed Gandi Parapat
  • Follow Us!

Menjabat Struktural di Kemendikbud, Prof Syawal Gultom Tak Layak Jadi Rektor Unimed Gandi Parapat 

BERITA MEDAN – Pemerhati Bidang Pendidikan, Sumatera Utara, Yacob Sinambela menilai Profesor Syawal Gultom tidak layak menjadi Calon Rektor Unimed Periode 2015-2019. Sebab, yang bersangkutan sudah empat tahun hingga sekarang masih menjabat sebagai Kepala Badan PSDMPK dan PMK Kemendiknas di Jakarta.

“Mana mungkin Syawal mencalon Rektor karena sudah tidak melaksanakan tugas mendidik di Unimed, namun heran juga kenapa panitia meloloskan Syawal menjadi calon Rektor Unimed,” ujar Yacob ketika dihubungi Beritaekspres.com, Sabtu (21/3/2015), sambil menyoal Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 46 Tahun 2013.

Oleh karena itu lanjutnya, Syawal Gultom diminta untuk tidak mempermainkan cara-cara yang melanggar tatanan hukum demi untuk memenuhi hasrat mendapat kekuasaan di Unimed dan lebih baik Fokus kepada tugas dan tanggungjawab kepada pekerjaannya sebagai Pegawai Setruktural di Kemendikbud,” tegasnya.

Ditempat terpisah, Gandi Parapat dari Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia Sumatera Utara menyatakan hal yang sama bahwa sesuai informasi dari Jakarta Syawal Gultom masih Pejabat Struktural di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hingga sekarang dan menilai pencalonannnya sebagai Rektor Unimed adalah melanggar Hukum yang sah.

“Ada apa ya dengan Senat Unimed, kok tidak berani bersuara kebenaran dan kejujuran dilingkungan Kampus. Karena pastilah mereka tau mana yang benar dan mana yang salah, tapi herannya kok malah memilih Syawal 41 Suara dalam proses penjaringan, ucap Gandhi sedih terhadap lembaga Pendidikan Pencetak pendidik di Sumut ini.

Gandhi meminta agar Menteri Pendidikan mempertegas status Syawal Gultom apakah sebagai Dosen Unimed atau sebagai Pegawai Pejabat Sturktural di Kemendikbud sesuai Hukum yang sah di NKRI dan meminta Senat Unimed mendahulukan kemajuan Pendidikan dan tidak takut bersuara kebenaran, ucap Gandhi mengakhiri.

Sebelumnya, Prof Dr Syawal Gultom unggul dengan perolehan 41 suara pada  penyaringan calon Rektor Unimed periode 2015-2019 yang dilaksanakan pada, Jumat (13/3/2015) di ruang sidang A Biro Rektor Unimed. Menyusul urutan kedua Prof Dr Selamet Triono (15) dan Prof Dr Ibnu Hajar (12) sementara  Prof Dr Abdul Hamid (7).

Sidang senat Unimed yang dihadiri 75 senat dan satu anggota senat tidak hadir karena sakit, dipimpin Purek I Prof Khairil Ansari sebagai sekretaris senat. 

Ketua panitia pemilihan Drs Chairul Azmi mengatakan, 3 nama calon yang memperoleh suara terbanyak akan dikirim ke Menteri di Jakarta untuk mendapat pengesahan sebagai calon dan kemudian akan dilakukan pemilihan calon Rektor Unimed periode 2015-2019 di kampus Unimed pada 14 April 2015.

Pemilihan itu akan dihadiri Menteri atau yang mewakili. Pengiriman berkas hasil pemilihan akan dikirim ke Menteri Riset Teknologi dan Dikti di Jakarta 21 April 2015, untuk kemudian rektor baru dilantik sebelum 15 Juni 2015. 

Prof Dr Syawal Gultom MPd merupakan guru besar Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan.

Visinya, menjadikan Unimed menjadi universitas terkemuka bertaraf internasional dan mampu menghasilkan tenaga kependidikan dan profesional yang berkarakter  unggul.

Prof Dr Ibnu Hajar MSi adalah Guru Besar Sosiologi FIP Unimed  Visinya, menjadikan Unimed  menuju universitas yang handal di bidang teaching learning, research and community development, dan memperoleh international recognitians. (Leo)

Comments

comments